You are here: Bisnis Regulasi Tentang Mobil Murah Belum Keluar, Konsumen Batalkan Pemesanan

Regulasi Tentang Mobil Murah Belum Keluar, Konsumen Batalkan Pemesanan

PDFCetakEmail

F:Ade SukmaJAMBI - Pemerintah menjanjikan akan segera mengeluarkan regulasi tentang mobil Low Cost and Green Car (LCGC), namun hingga kini janji tersebut belum direalisasikan. Padahal, sudah banyak peminat yang mengajukan Surat Pesanan Kendaraan (SPK) untuk memiliki mobil murah dan ramah lingkungan tersebut.


Karena tak sabar lagi menunggu, sejumlah konsumen memutuskan membatalkan pesanan tersebut. Mereka menilai pemerintah terlalu lamban merealisasikan janji menerbitkan regulasi terkait mobil ini.

Amri, PNS yang membatalkan SPK mobil murah ini menyatakan sejak pertengahan tahun 2012 lalu ingin memilki mobil murah dan ramah lingkungan tersebut. Akhirnya ia pun melakukan SPK di salah satu dealer terkemuka di Kota Jambi ini. Namun sampai saat ini mobil yang sudah di indennya tersebut tak kunjung tiba. Padahal kata Amri, dirinya sangat membutuhkan mobil LCGC tersebut, karena cocok digunakan di dalam kota.

"Akhirnya saya batalkan SPKnya, karena sudah terlalu lama saya menunggu,"ujarnya kepada Metrojambi.com, Minggu (10/2).

Dirinya beralasan, regulasi yang dikeluarkan pemerintah terlalu lama. Hingga akhirnya memaksa Amri untuk membatalkan SPK yang sudah masuk. "Saya ganti mobil lain Mas, walaupun kredit tapi bisa mengerti kebutuhan saya," kata Amri tanpa menyebutkan mobil apa yang sudah di ambilnya tersebut.

Hal yang sama juga dirasakan Dien, ibu rumah tangga ini, sudah lama menunggu kehadiran mobil LCGC yang siap dilempar ke pasaran. Namun hingga kini kehadirannya tak kunjung tiba. Karena kebutuhan jugalah yang membuat Dien harus membatalkan SPK mobil LCGC tersebut. Padahal kata Dia, mobil yang sudah dipesannya tersebut sesuai dengan tipenya. "Kalau lihat gambarnya sih, pas sekali dengan keinginan saya," ujarnya.     

Sementara itu, Aman, Branch Manager Astra Motor Indonesia Perwakilan Jambi ketika dikonfirmasi Metrojambi.com menyatakan, dirinya tidak menampik ada beberapa konsumennya yang membatalkan SPK mobil LCGC tersebut. " Ya sih memang adalah beberapa konsumen yang datang ke kita untuk membatalkan SPK mobil LCGC Daihatsu Ayla, tetapi tidak banyak," ujarnya kepada Metrojambi.com, Minggu (10/2).

Dirinya mengakui, saat ini masih menunggu regulasi pemerintah terkait pemasaran mobil LGCG tersebut. Karena ini program pemerintah pihaknya belum tahu sampai kapan regulasi ini bisa di putuskan, karena itu pihaknya hanya bisa menunngu regulasi tersebut. "Kita sih berharap, akhir Februari ini aturan tersebut bisa secepatnya dikeluarkan, karena sudah ribuan unit loh yang sudah kita kita produksi," terangnya.

"Jumlah pemesan mobil Ayla juga sekarang lumayan banyak. Untuk di Jambi saja sudah ada 30 orang," sebutnya. Sementara itu pihak Toyota ketika dikonfirmasi Metrojambi.com teleponnya bernada aktif namun tidak diangkat.

Reporter : Ade Sukma

 

comments