You are here: Bisnis Harga Karet & Sawit Turun Secara Global

Harga Karet & Sawit Turun Secara Global

PDFCetakEmail

IlustrasiMUAROJAMBI-Harga karet dan kelapa sawit yang turun secara dratis beberapa minggu belakangan ini terjadi secara global atau bisa dikatakan penurunan terjadi disetiap daerah.  Hal ini dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Muarojambi Ulil Amri. Ulil mengatakan, kalau dirinya sudah mengetahui turunnya harga karet dan kelapa sawit ini dari petani.

''Saya memang mendapat laporan dari petani yang mengatakan kalau harga sawit dan karet turun. Tapi kami tidak bisa berbuat banyak karena untuk harga karet dan sawit ini turun disetiap daerah secara global. Sebab, harganya menyangkut pasaran internasional,'' tutur Ulil ketika dihubungi kemarin. Dia menambahkan, turunnya harga kelapa sawit dan karet ini sudah sering terjadi di pasaran. ''Sudah menjadi sifat pasar turun naiknnya harga barang. Sebab, biasanya terjadi penurunan harga jika permintaan melonjak, dan sebaliknya harga akan naik kalau permintaan ramai dan barang sedikit,'' tukas Ulil.

Sebelumnya petani mengeluhkan turunnya harga kelapa sawit di Kabupaten Muarojambi. Informasi yang diperoleh dari petani kelapa sawit menyebutkan biasanya harga kelapa sawit  Rp 15 ribu, namun sekarang turun. Begitu juga dengan harga getah karet normalnnya Rp 14 ribu/kg sekarang hanya Rp 8,5 ribu/kg. ''Kalau getah (karet red) sudah sebulan ini turun. Kalau kelapa sawit baru satu minggu ini,'' sebut Lijah salah seorang petani yang ditemui kemarin.

Lijah mengatakan, turunnya harga karet ini sangat dirasakan petani sebab, penghasilannya jauh berkurang. ''Kalau harga normal dulu satu minggu kami biso dapat Rp 1 juta, sekrang jarnag paling banyak cuam Rp 700 ribu seminggu,'' imbuh Lijah. Lebih lanjut Lijah memaparkan, jika untuk getah karet petani masih bisa menyimpannya menunggu harga kembali normal. ''Biso kito simpang getah tu, makin lamo makin bagus. Tapi masalahnyo kalau disimpan, dak dijual kami nak makan apo. Makonya dari pada dak dapat makan lebih baik kami jual walaupun dengan hargo murah,'' terang Lijah. Beda dengan karet, kalau kelapa sawit tidak bisa disimpan atau distok, jadi begitu panen petani langsung menjualnnya. ''Kelapa sawit itu baru disimpan dua hari be sudah busuk. Kalau dijual dengan kondisi yang hampir busuk pastilah hargonya tambah turun. Jadi lebih baik dijual segera ketimbang dak laku samo,'' kata Mala. (Reporter:Oto)

 

comments