You are here: Daerah Menuju Sarolangun yang Lebih Maju dan Sejahtera 2016

Menuju Sarolangun yang Lebih Maju dan Sejahtera 2016

PDFCetakEmail

Pembangunan Sektor Kesehatan
Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra didampingi Kepala Dinas Kesehatan H Adanan HS Se,Mkes saat melihat salah satu pasien di Puskesmas rawat inap.(F:Luncai)SAROLANGUN-
Kabupaten Sarolangun yang dikenal dengan Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko, dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan pembangunan di segala bidang. Di bawah pimpinan Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra dan Wakil Bupati Sarolangun Drs H Pahrul Rozi MSi, Kabupaten Sarolangun saat ini sudah masuk usia ke-13 sejak dimekarkan pada 12 Oktober 1999 silam.

Kendati masih tergolong muda Kabupaten Sarolangun bertekad untuk terus meningkatkan pembangunan di segala bidang secara bertahap, dengan konsep pembangunan yang terencana dan berkesinambungan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah. Untuk bidang kesehatan yang merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, leluasa dan murah. Dengan upaya tersebut diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik. Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang baik itu Pemerintah Kabupaten Sarolangun juga telah melakukan beberapa upaya antara lain dengan memberikan penyuluhan kesehatan agar masyarakat berperilaku hidup sehat, dan penyediaan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas, Puskesdes,Postu, Posyandu, dan tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, perawat serta paramedis.

Hal lain peningkatan pembangunan di bidang kesehatan juga terlihat dari rendahnya angka kematian bayi dan ibu. Untuk angka kematian ibu dari 5 dibagi 5341 x 100.000 = 93,6 per 100.000 kelahiran hidup dan untuk angka kematian bayi 16 dibagi 5341 x 1000 = 1,9 per 1000 kelahiran hidup. Dari data tersebut terlihat Kabupaten Sarolangun sudah jauh mencapai tergat nasional dalam hal mengatasi angka kematian ibu dan anak.

Untuk lebih mengoptimalkan pelayanan masyarakat dan mencapai derajat kesehatan masyarakat yang baik Pemerintah Kabupaten Sarolangun selalu membuat terobosan seperti yang diungkapkan oleh Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra belum lama  ini. Yang mana pada tahun 2013 nanti akan dibangun 1000 sumur dan MCK, yang leading sektor pembangunannya akan serahkan ke Dinas PU dan Pera sedangkankan sosialisasi mengenai mnmfaat dan kegunaan MCK bagi kesehatan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun. Hal ini bertujuan untuk pemenuhan dasar masyarakat untuk berprilaku hiudp sehat dengan tujuan menghindari masyarakat tertular penyakit yang berasal dari tinja.

Kendati masih beberapa poin di bidang kesehatan terlihat meningkat namun tentu saja terdapat kekurangan dan ke depannya. Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui leading sektor Dinas Kesehatan akan terus berbenah dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Di antaranya, melengkapi fasilitas kesehatan dan peralatan kesehatan dan juga obat-obatan dari tingkat Puskesdes, Puskesmas hingga rumah sakit. Hingga tahun 2012 ini Kabupaten Sarolangun telah memiliki sarana kesehatan seperti Puskesdes yang tersebar di setiap desa di Kabupaten Sarolangun sebanyak 83 unit Puskesdes yang akan mengalami penambahan sebanyak lima unit pada 2013 mendatang ini. Puskesmas dari 10 kecamatan, Kabupaten Sarolangun memiliki 13 unit Puskesmas 12 unit di antaranya merupakan Puskesmas rawat inap.
Dalam tahun 2012 ini semua kekuarangan di tingkat Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Bindan Kit seperti Peralatan UGD, Poly, peralatan laboratarium sudah dapat terpenuhi dan hal ini juga untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam hal pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) selain melakukan sosialisasi berupa kegiatan 3M, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan juga secara rutin melakukan kegiatan,sosialisasi dan mengajak masyarakat utuk berprilaku hidup bersih dan kegiatan bakti sosial membersihkan jalan, pekarangan rumah yang berkerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat dan juga melaksanakan pemogingan (fogging).

Hingga tahun 2012, jaminan kesehatan masyarakat atau yang dikenal berobat gratis juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun, yang diberlakukan bagi masyarakat prasejahtera yang dikenal di Kabupaten Sarolangun dengan angka 8102. Seperti dengan menggunakan kartu Jamkesmas, Jamkesda dan Jampersal ditambah dari Pemerintah Provinsi Jambi dari program Samisake.

Tercatat dari tahun 2008 peserta Jamkesmas 85.908 jiwa, peserta Jamkesda 7750 jiwa. Untuk Jamkesda terlihat mengalami peningkatan dari tahun 2010-2011 yang hanya 5000 jiwa namun 2012 sudah mencapai 7750 jiwa. Hingga Oktober 2012 ini pengunaan jaminan persalinan (Jampersal) tercatat mencapai angka 2000 jiwa lebih.

Kesemua pelayanan di bidang kesehatan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sarolangun ini tentu saja berujung dengan tekad Bupati Sarolangun yang juga mengajak seluruh elemen dengan menargetkan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), Kabupaten Sarolangun pada 2013 nanti sudah bisa mencapai angka dua digit.

Berdasarkan data research 2007 yang disampaikan oleh Balitbangkes mengenai Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), Kabupaten Sarolangun saat ini berada pada peringkat 414 dari 460 kabupaten di seluruh Indonesia. (pm8)

 

comments

Related news items:
Newer news items: