You are here: Daerah Pengusiran Petani REKI, Komnas HAM Temukan Indikasi Pelanggaran HAM

Pengusiran Petani REKI, Komnas HAM Temukan Indikasi Pelanggaran HAM

PDFCetakEmail

Rumah petani di kawasan PT REKI yang dibongkar aparat.(F:Usman)JAMBI - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan adanya indikasi pelanggaran HAM terkait konflik lahan antara warga di Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari, dengan pihak PT Restorasi Ekosistem (REKI).


Temuan ini diungkapkan Komisioner Komnas HAM, Dianto Bachriadi, saat dikonfirmasi Metrojambi.com, Minggu (13/1). Sejak Sabtu (13/1) kemarin hingga tadi malam, Dianto mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, terkait laporan warga yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI), mengenai tindakan penggusuran dan pembakaran rumah warga di lahan yang disengketakan dengan PT REKI. Hasil dari pengecekan tersebut, Dianto mengatakan pihaknya menemukan adanya indikasi pelanggaran HAM.

"Ada indikasi pelanggaran HAM. Ada rumah yang di bakar, ada kerugian harta benda, dan buldozer yang melakukan penggusuran. Akibatnya warga mengalami trauma psikis. Dalam situasi apapun, warga negara harus dijamin hidup tenang tanpa rasa takut," beber Dianto.

Bahkan Dianto mengatakan, pemerintah juga bisa diindikasikan melakukan pelanggaran, karena tidak mengakomodir keinginan warga untuk mendapatkan hak memenuhi kebutuhan ekonomi mereka (dengan memanfaatkan hutan, red). "Hak-hak ekonomi dan sosial warga diabaikan. Ini terjadi dari (pemerintah, red) pusat sampai daerah," tandasnya.

Reporter : Ikbal Ferdiyal

 

comments

Related news items:
Newer news items: