You are here: Daerah Perceraian Naik 15 Persen

Perceraian Naik 15 Persen

PDFCetakEmail

MUARASABAK – Meski merupakan kabupaten baru, ternyata di Tanjab Timur angka perceraian warganya lumayan tinggi. Berdasarkan data di Pengadilan Agama Muara Sabak, setiap tahun, persentase angka perceraian selalu naik. "Tiap tahun, kasus perceraian di Tanjab Timur naik sampai 15 persen," ujar Kepala Pengadilan Agama Muara Sabak, Drs H Barmawi, melalui Panitia Muda (Panmud) Hukum, Ahmad Tarmizi, Kamis (26/04).

Dikatakannya, tahun 2010, angka perceraian di Tanjab Timur hanya 183 kasus, tahun 2011 meningkat menjadi 257 kasus. "Tapi tahun 2011 yang masuk 222 kasus perceraian. Sehingga sisanya dialihkan tahun 2012. Tahun 2012 dari awal Januari sampai akhir Maret sebanyak 35 kasus," jelasnya.

Tarmizi mengungkapkan, dari data yang ada, ternyata 171 melakukan cerai gugat sisanya cerai talak. "Mayoritas yang mengajukan cerai adalah wanita," terangnya.

Penyebab yang mendominasi pengajuan perceraian ini adalah faktor ekonomi. Faktor lain adalah tanggung jawab suami dirasa kurang, sehingga timbul perceraian. "Usia rata-rata yang melakukan perceraian adalah di atas 30 tahun," jelasnya.

Sedangkan daerah penyumbang perceraian paling banyak berasal dari Kecamatan Nipah Panjang dan Kecamatan Rantau Rasau.

Guna mengurangi angka perceraian di Tanjab Timur, lanjut Tarmizi, pihaknya tidak pernah berdiam diri. Bahkan mediasi pun sering dilakukan. "Tapi kebanyakan tidak berhasil, walaupun kita sudah berusaha mendamaikan," tegasnya.(Reporter: Nanang)

comments