You are here: Daerah Baru 4 Daerah Rasakan Adipura

Baru 4 Daerah Rasakan Adipura

PDFCetakEmail

Bupati Sarolangun Cek Endra dan Bupati Merangin Nalim saat turun dari pesawat dengan membawa piala adipura.(F:Hardiyansyah)JAMBI-Dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi, ternyata tidak semua daerah yang pernah meraih gelar adipura. Sejauh ini hanya beberapa daerah saja yang pernah merasakan penghargaan tertinggi atas raihan sebagai kota tebersih itu. Daerah tersebut yakni Kota Jambi, Kerinci dan pada tahun 2012 ini giliran Sarolangun dan Merangin yang mendapatkan penghargaan tersebut. Sementara tujuh daerah lainnya ternyata belum pernah sama sekali mendapatkan penghargaan tersebut. Paling-paling dari tujuh daerah itu hanya pernah mendapatkan piagam atau sertifikat adipura.

Ketujuh daerah tersebut antara lain Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Bungo, Tebo, Batanghari, Muarojambi dan Sungaipenuh.    
Bupati Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Usman Ermulan mengakui nilai kebersihan untuk Kualatungkal belum memenuhi standar untuk memperoleh piala Adipura. “Ya, saya harus gentlemen. Memang adanya seperti ini. Kita belum layak mendapat Adipura, mau dikata apa?” ujarnya, tadi malam. Menurutnya, kondisi di Kualatungkal berbeda dengan Sarolangun atau Bangko yang memang sejak beberapa tahun sebelumnya sudah disiapkan dan berhasil mendapat Adipura. “Berbeda dengan Sarolangun, bupati sebelum saya tidak menyiapkan Kualatungkal untuk meraih Adipura. Sementara, saya sendiri kan baru dua tahun menjabat. Sekarang, saya masih berkosentrasi untuk masalah infrastruktur dan kesejahteraan rakyat dulu,” tambahnya.

Namun demikian, Usman Ermulan menargetkan di akhir periode jabatannya Kualatungkal meraih Piala Adipura. “Kami akan persiapkan segala sesuatunya. Saya optimistis, di akhir jabatan saya, Kualatungkal akan mendapat piala Adipura,” ungkapnya. Hal senada diungkapkan Bupati Tebo, Sukandar. Ia menyatakan, saat ini belum berkonsentrasi untuk mendapatkan Adipura. “Sekarang saya masih fokus pada pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat. Namun, ke depan kami juga akan mengupayakan bisa meraih Adipura,” ungkapnya. Sukandar berjanji dalam waktu beberapa tahun ke depan, Muara Tebo berhasil meraih piala Adipura. “Kami juga berkeinginan untuk mendapatkan Adipura. Mudah-mudahan dua atau tiga tahun ke depan kami juga bisa meraih Adipura,” ujarnya.

Di bagian lain, Kepala Dinas Tata Kota dan Pemadam Kebakaran Muarojambi, M Taufik juga mengakui bahwa selama ini Kabupeten Muarojambi belum pernah mendapatkan piala adipura. Dia mengaku belum mengetahui apa penyebabnya. “Kita sudah berkoordinasi dengan kantor lingkungan hidup dan instansi terkait untuk memulai mempersiapkan untuk mendapatkan piala adipura. Pekerjaan ini disesuaikan dengan leading sector-nya agar tidak ada tabrakan dalam menangani masalah ini. "Kita berharap ke depan Muarojambi akan mendapatkan piala adipura itu,” kata Taufik. Kabupaten Bungo sendiri hingga sekarang juga belum pernah menerima Adipura. Kepala Pengendalian Lingkungan Hidup (PLH) Bungo, Darma Suwardi, serta beberapa pejabat lain.

Mantan Kepala Dinas Tata Kota Bungo yang menjabat selama 3 tahun, Eko Putra mengatakan, segala upaya untuk mendapatkan adipura sudah dilakukan di masa kepemimpinannya, dan juga di masa kepemimpinan Thobroni dan Masril.  Ini, kata dia, bisa dilihat dari bentuk dan penataan kota Bungo. Bahkan untuk taman, kenyamanan dan keasrian, serta kebersihan, Bungo sudah sangat baik, bahkan bisa dikatakan lebih baik dari kabupaten lain.  Tapi hal ini tidak ditunjang dengan instansi terkait lainnya. Karena penilaian adipura bukan hanya sebatas kebersihan, keindahan dan kenyaman serta asrinya daerah tersebut, tapi juga dinilai dari kesehatan, sekolah yang bersih, tempat ibadah, serta sarana –sarana penunjang lainnya, serta lingkungan hidup di daerah itu. “Sejak dipisah Kabupaten Bungo dan Tebo belum pernah ada penghargaan Adipura untuk Bungo, padahal Bungo sudah layak dan pantas mendapatkan adipura jika dilihat dari segi penataan kota, penghijauan, kenyamanan dan keasrian serta kebersihan kota. Tapi mengapa Bungo tidak pernah dapat penghargaan bergengsi bidang kebersihan tersebut,” kata Eko bertanya-tanya. Sementara itu, Kepala PLH Bungo, Darma Suwardi mengatakan, setiap ada penilaian dan akan diadakannya lomba adipura, Bungo selalu siap dan berusaha untuk menjadi pemenang. “Namun keputusan final tidak pernah berpihak ke Kabupaten Bungo,” terang Darma.

Terhalang Aset
Kota Sungaipenuh yang merupakan kota pemekaran dari kabupaten kerinci sampai saat ini juga belum pernah sekali pun meraih Adipura. Namun Kerinci sendiri sebelum dimekarkan sudah pernah tiga kali meraih Piala Adipura, yang waktu itu masih Kota Sungaipenuh menjadi pusat pemerintahan dari kabupaten kerinci.
“Dulu waktu masih menjadi wilayah pusat pemerintahan Kabupaten Kerinci, Sungaipenuh sudah pernah meraih Adipura,” ujar Kabag Humas Setda Kota Sungaipenuh, Abrardani, kemarin. Dia beralasan, Kota Sungaipenuh belum pernah meraih Adipura karena terkendala masih banyaknya aset Kabupaten Kerinci di Kota Sungaipenuh yang belum diserahkan ke Kota Sungaipenuh.

“Aset belum jadi milik Kota Sungaipenuh, sehingga penataannya jadi terbengkalai dan tidak terawat, jadi seperti tidak terurus. Bagaimana kita mau mendapat Adipura, itu saja masih tidak teratur,” ujarnya. “Ke depannya, kalau aset sudah resmi milik Kota Sungaipenuh, Pemkot mampu meningkatkan penataan aset-aset tersebut. Dengan hal itu diharapkan Kota Sungaipenuh menjadi salah satu kota bersih dan kota yang tertata rapi. Sehingga kita akan mampu meraih Adipura dan memboyongnya ke Kota Sungaipenuh,” ujarnya. Sementara itu, Kabupaten Kerinci sudah pernah meraih Adipura pada tiga tahun berturut-turut yaitu pada tahun 2006, 2007 dan 2008, “Dulu Kerinci sudah meraih Adipura. Sebagai bukti sejarah itu, tugu adipura masih berdiri di pusat kota sungaipenuh,” kata Kabag Humas dan Protokoler setda Kerinci, Azmal Fahdi.

Dia mengatakan, Kerinci tidak pernah meraih Adipura lagi salah satu penyebabnya adalah karena belum selesainya pembangunan salah satu pusat Pemerintahan Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah. “Kalau sudah selesai nantinya, Kerinci bakal bisa meraih adipura lagi, sebab Kerinci sudah memiliki pusat pemerintahan, dengan otomatis penataan dan kebersihannya jadi terfokus di wilayah tersebut,” ujarnya. Di samping itu, tambah Azmal, yang juga menjadi kendala untuk meraih adipura, karena pemerintah Kerinci sebelum ini belum memiliki Badan Lingkungan Hidup (BLH). Lebih jauh, dia mengatakan, Pemkab Kerinci ke depannya optimistis akan meraih Adipura yang merupakan penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. “Bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk kembali meraih Adipura adalah dengan diterima penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dari menteri Lingkungan Hidup di Jakarta kemarin. Ini merupakan salah satu langkah untuk meraih Adipura,” katanya. (usm/oto/cr2/cr14)

comments