You are here: Daerah ADM Diknas Lamban, Dana Pembebasan SPP Terhambat

ADM Diknas Lamban, Dana Pembebasan SPP Terhambat

PDFCetakEmail

SAROLANGUN- Mayoritas dana pembebasan SPP bagi sekolah SMA sederajat dan MA saat ini masih belum cair. Tidak hanya untuk triwulan satu, namun kini sudah masuk triwulan kedua sekolah belum juga menerimanya. Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun dikonfirmasikan melalui Kabid Dikmen Ali Yazak mengakui keterlambatan pencairan dana itu lantaran SPJ dana kegiatan yang telah digunakan oleh Diknas belum rampung sehingga pihak keuangan enggan mencairkan dana selanjutnya.

"SPJ belum selesai, pertanggung jawaban kegiatan Diknas dari Januari lalu," Kata Ali Yazak. Disebutkannya, karena lambatnya SPJ dana kegiatan Diknas maka terjadi keterlambatan dana SPP. Ia juga akui tidak semua sekolah yang tidak menerima SPP, ada beberapa sekolah yang sudah mendapat dana pembebasan
SPP.

"Tidak semua sekolah yang belum dicairkan dana pembebasan SPP. Tetapi ada beberapa sekolah yang sudah dapat dana itu dari dana kegiatan yang disisihkan,” tambahnya. Ditanya kegiatan apa saja itu? Ali Yazak mengakui beberapa kegiatan dari Januari lalu memang banyak dilakukan Diknas. “Pihak keuangan kalau mau mencairkan dana selanjutnya mereka minta pertangung jawaban pengunaan dana sebelumnya,” katanya lagi.

Halangannya terjadi keterlambatan SPJ itu ujar Kabid, karena pengelola kegiatan di Diknas banyak dan banyak pula yang belum lengkap. “Soal SPJ ini harus lengkap kalau tidak jadi temuan,”kilahnya. Namun sejauh itu Ali Yazak belum bisa memastikan kapan pencairan dana pembebasan SPP itu akan dicairkan. “Sampai kapan itu tidak bisa dipastikan karena persoalan SPJ,” imbuhnya.

Terkait dengan adanya isu, kalau dana itu ditahan dulu dan di deposito di bank dengan tujuan untuk meraup keuntungan? Ali Yazak membantah hal itu. Ia berkomentar itu hanyalah tudingan yang tak mendasar dan isu. “Itu tidak benar, mereka yang tidak mengerti masalah keuangan saja yang protes tapi kalau mereka yang mengerti tidak protes,” pungkas Ali Yazak. (Reporter: Luncai)

comments