You are here: Daerah Puluhan Karyawan PT SPC di-PHK

Puluhan Karyawan PT SPC di-PHK

PDFCetakEmail

IlustrasiSAROLANGUN-Harga batubara yang anjlok di pasaran dunia ternyata berimbas bagi perusahaan-perusahaan batubara yang beroperasi di Kabupaten Sarolangun. Akibat melemahnya harga batubara itu, sejumlah perusahaan batubara melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Salah satunya PT PT Sarolangun Prima Coal (SPC).

Puluhan karyawan PT SPC yang berlokasi di Kampung Pulau Pinang, Kelurahan Sarkam, Sarolangun terkena PHK. Para karyawanpun merasa pasrah dengan nasib yang menimpa mereka saat ini, karena, pihak perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara ini melakukan PHK terhadap sejumlah karyawannya. Data yang dihimpun, sebanyak 36 orang karyawan yang bekerja di PT SPC diPHK perusahaan.

Humas PT SPC Syaiful membenarkan telah terjadinya pengurangan karyawan. Karena perusahaan saat ini menyetop aktivitas produksi, dan hanya melakukan aktivitas explorasi. "Saat ini pihak perusahaan telah melakukan pengurangan karyawan, hal ini disebabkan besarnya biaya operasional yang harus dikeluarkan pihak perusahaan. Sementara harga batubara saat ini mengalami penurunan yang sangat drastis. Sehingga pemasukan tidak seimbang dengan pengeluaran," terang Syaipul. Ditambahkan Syaipul, PHK yang dilakukan pihak perusahaan terhadap sejumlah karyawan, sudah dilakukan sesuai prosedur, dengan cara menganjurkan karyawan membuat surat pengunduran diri. Kemudian perusahaan juga memberikan uang pesangon sesuai masa kerja serta memberikan surat pengalaman bekerja terhadap semua karyawan
yang di-PHK.

Lanjut Syaipul, biaya  yang telah dikeluarkan perusahaan untuk pesangon karyawan yang di-PHK  mencapai ratusan juta rupiah. "Saat ini, jumlah karyawan yang masih berstatus pekerja di PT SPC berjumlah 6 orang," jelasnya. Selain PT SPC dikabarkan perusahaan batubara lainnya juga sudah melakukan PHK terhadap karyawan, dikarenakan anjloknya harga batubara di pasaran dunia. (Reporter: Luncai Hendri)

comments