You are here: Daerah PT EMAL Tuding PT IAL Serobot Lahan

PT EMAL Tuding PT IAL Serobot Lahan

PDFCetakEmail

Disbun: Ini Karena Lama Ditelantarkan
SAROLANGUN
-  Sengketa lahan PT Era Mitra Agro Lestari (EMAL) semakin komplek. Selain bermasalah dengan warga sekitar perusahaan, ternyata pihak PT EMAL juga menuding perusahaan perkebunan tetangganya PT Inti Agroganda Lestari (IAL) juga telah menyerobot HGU milik PT EMAL sekitar 2.600 hektare.

Anton, Humas PT EMAL, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya bukan hanya berhadapan dengan masyarakat sekitar perusahaan yang sudah terlanjur menanam tanaman perkebunan di dalam HGU perusahaanya, tetapi juga ada sebagian lahan HGU milik PT EMAL telah diserobot atau dicaplok oleh perusahaan perkebunan lainya, yakni PT IAL.

‘’Selama ini kita memang menghadapi masalah yang cukup pelik, ini merupakan warisan masalah dari pemilik perusahaan pertama yang terpaksa juga kita selesaikan,” ujarnya. Dikatakan Anton, luas lahan PT EMAL yang dicaplok PT IAL cukup luas. Dimana hampir sepertiga dari luas HGU PT EMAL yang mencapai 10.000 hektare. ‘’Ada sekitar 2.600 hektare lahan kita yang diambil mereka (PT IAL),” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Bunhut) Kabupaten Sarolangun Joko dikonfirmasi, Jumat (06/04) kemarin, mengatakan permasalahan sengketa lahan itu sudah lama terjadi. Penyebabnya adalah pemilik HGU pertama PT EMAL menelantarkan lahan HGU yang sudah diberikan, sehingga masyarakat terlanjur masuk. Kemudian lahan yang sudah dikuasai masyarakat tersebut diserahkan ke PT IAL untuk digarap menjadi kebun sawit secara kemitraan.

‘’Pemilik lama PT EMAL, sebelum dijual, terkesan menelantarkan lahan HGU yang diberikan, sehingga munculah masalah ini,” kata Joko. Menurut Joko, persoalaan ini sudah pernah dicarikan jalan keluarnya, baik secara musyawarah maupun jalur hukum. Secara musyawarah ada dua opsi yang sudah ditawarkan. Dimana jika hendak diselesaikan, maka bisa dengan jalan PT EMAL mengganti tanaman sawit yang sudah terlanjur ditanam PT IAL dan lahan tersebut kembali pada PT EMAL. Atau sebaliknya PT IAL memberikan kompensasi HGU kepada PT EMAL dana lahan tersebut jadi milik PT IAL.
‘’Namun, mereka tidak ada yang setuju,” ujarnya. Sementara itu, menurut Joko, untuk masalah hukum, PT EMAL pernah melaporkan masyarakat yang telah menyerahkan lahan tersebut ke PT IAL ke pengadilan dan hasilnya PT EMAL dinyatakan menang. ‘’Namun, yang jadi masalah masyarakat tidak terima, kemudian melajutkan proses hukum ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga status tanah tersebut masih menggantung.

‘’Tapi, jika kita rujuk dari sebab muncul masalahnya, maka pemilik pertama HGU PT EMAL sangat besar perannya menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Andai kata tidak ditelantarkan serta di HGU yang telah diberikan tanda-tanda batas, tidak semudah itu masyarakat menyerobot lahan milik perusahaan,” tukas Joko. Terkait masalah ini pihak PT IAL masih terkesan enggan memberikan komentar. Dimana, Dasum, Manager Kebun PT IAL yang dikonfirmasi via telpon belum memberikan tanggapan. Saat dihubungi tidak bersedia mengangkat telpon yang masuk, sedangkan pesan singkat yang dilayangkan juga tidak digubris. (Reporter:Luncai)

comments