You are here: Daerah Setelah Dicanangkan SBY Kampung Pangan Terpadu Desa Pudak Ditelantarkan

Setelah Dicanangkan SBY Kampung Pangan Terpadu Desa Pudak Ditelantarkan

PDFCetakEmail

SBY,Ani Yudhoyono,Suswono,HBA,Burhanuddin panen padi beberapa waktu lalu.(F;humas)JAMBI - Ketua Pemantau Pembangunan Muaro Jambi (PPMJ), S Riyadi, mempertanyakan kelanjutan program  Kampung Pangan Terpadu (KPT) Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu. Pasalnya, sejak dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudoyono, 10 Februari 2012 lalu, program ini ditelantarkan.

Menurut S Riyadi, saat ini harga patin anjlok. "Tidak ada perhatian dari pemerintah, jadi bagaimana akan jadi lumbung ikan kalau masalah ini tidak diperhatikan," ujarnya.

Riyadi menambahkan, kondisi persawahan pun memprihatinkan karena kekeringan. "Sayuran juga tidak ada. Jadi apa gunanya program lumbung pangan terpadu dicanangkan presiden tapi kemudian dilupakan. Ini namanya program agar ABS alias asal bapak senang," ungkanya.    

Program KPT di Desa Pudak ini  memiliki luas  2.290 hektar. Terdiri dari kebun campuran 150 hektar, sawah potensi 950 hektar, dan sawah garapan 150 hektare. Lalu kolam ikan seluas 63 hektar, yang terdiri dari 630 unit kolam dan rawa. Sedangkan sisanya adalah semak belukar seluas 1.069 hektare.

Khusus sektor perikanan di kampung pangan yang dikunjungi Presiden itu, tiap hari kolam tersebut dijanjikan mampu menghasilkan lima ton ikan patin. Produksinya selain dijual dalam bentuk mentah, juga diproduksi dalam bentuk produk jadi.

Reporter : Muhamad Usman

comments