You are here: Home Pendidikan Gusrizal: Pendidikan Kerinci Harus Dipikirkan

Gusrizal: Pendidikan Kerinci Harus Dipikirkan

PDFCetakEmail

RTRW Butuh Waktu lama
JAMBI-
Dalam Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci diusulkan menjadi kawasan konservasi. Hanya saja, masalah pendidikan justru terlupakan. Ini disesalkan Anggota Pansus I DPRD Provinsi Jambi, Gusrizal. Kata dia, dalam RTRW itu harusnya pendidikan di Kerinci juga dipikirkan. Jika perlu bentuk univesitas yang berkualitas di Kerinci. “Konservasi sudah tepat, tapi pendidikan juga diperlukan,” tegas dia.

Harusnya, kata dia, dalam RTRW itu di Kerinci juga dibuat universitas, karena selama ini anak-anak di Kerinci berpotensi, namun harus menempuh pendidikan di luar daerah. Sayangnya setelah selesai pendidikan, pulang ke Kerinci tidak ada pekerjaan jadi pengangguran.“Nah kalau memang di Kerinci kawasan konservasi, kenapa tidak dibuat universitas dengan fakultas kehutanan sehingga menjadi tempat penelitian dan kajian. Begitu juga dengan potensi seni budaya. Bila perlu satu fakultas di Universitas Jambi dipindahkan ke sana,” ujar anggota DPRD daerah pemilihan Kerinci ini.  Sementara itu, pembahasan RTRW ini sepertinya akan memakan waktu lama. Anggota Pansus I, Chumaidi Zaidi menyatakan masih perlu dilakukan kunjungan ke daerah-daerah.

Dia mengatakan, Pansus I akan menyelesaikan pembahasan RTRW itu pada tahun 2012 ini. “Tapi kalau dalam jangka waktu dua bulan itu tidak mungkin. Itukan tidak ada undang-undang dan aturan yang menyebutkan bahwa pembahasan harus selesai dua bulan,” katanya. Menurut dia, ada beberapa daerah masih akan dikunjungi lagi untuk dipelajari. Ditargetkan, akhir tahun 2012 ini Ranperda sudah selesai pembahasan kemudian ditetapkan menjadi Perda. “Ini baru pembahasan. Kemarin baru dua daerah, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh yang dilihat,” ujar Chumaidi Zaidi, seusai hearing komisi di gedung dewan, Senin (6/5) siang.

Dia mengatakan, Ranperda tata ruang berbeda dengan Ranperda lainnya. Ini karena dampaknya bisa timbul 20 sampai 30 tahun kemudian. Oleh karena itu, pembahasannya tidak bisa selesai dalam waktu singkat. “Ini kan masalah pembangunan ekonomi, budaya, lingkungan, dan manusia,” katanya.  Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Fauzie Ansori mengatakan, pembahasan Ranperda memang harus tuntas pada tahun 2012 ini.
Ditanya apakah kunjungan dewan ke daerah-daerah itu akan mengambat penyelesaian pembahasan RTRW? Fauzie tidak memberikan komentar lebih jauh, bahkan dia tidak mepermasalahkannya. Menurutnya, itu adalah tugas Pansus. “Mereka kan pansus. Kemungkinan supaya jangan salah mengambil keputusan dan ingin mengetahui lebih dalam di lapangan,” kata dia. “Itu wajar-wajar saja,” ujarnya lagi. Meskipun dewan harus kunjungan ke daerah-daerah terlebih dahulu, menurut Fauzi, tingkat pusat menargetkan paling lambat pembahasan itu selesai 2012 ini. ”Kita serahkan kepada dewan. Yang jelas keputusan dari pusat paling lambat 2012 ini,” tegasnya. (Reporter:Anton)

comments