You are here: Home Pendidikan Penerima Beasiswa Pemprov Belum Diputuskan

Penerima Beasiswa Pemprov Belum Diputuskan

PDFCetakEmail

IlustrasiJAMBI – Penerima Beasiswa S2 dan S3 di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi belum diputuskan hingga saat ini. Meskipun sudah dilakukan uji wawancara saat ini pihak Diknas Pendidikan Provinsi Jambi masih menunggu hasil entri dari pihak penguji. “Nama penerima masih dogodok oleh penguji,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Idham Kholid, kemarin.

Untuk pembayaran sendiri, dilakukan di Anggaran Perubahan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2012 ini. Dan kemungkinan dibayarkan pada akhir tahun 2012. “Itu berdasarkan Permendagri 32 yang telah diubah dengan Permendagri 39,” tandasnya lagi. Dalam Permendagri tersebut disebutkan, Penerima beasiswa atau penerima bantuan sosial atau hibah, harus terdata di KUA PPS. “Kalau dulukan tidak dimasukkan. Asalkan anggarannya ada dan masukkan proposal, beasiswa bisa dicairkan,” ujarnya lagi. Pada tahun ini, proposal harus masuk dulu ke KUA PPAS, dan di lampiran KUA PPS nama calon penerima beasiswa juga dimasukkan. “Apabila sudah seperti itu baru bisa disalurkan,” tandasnya lagi. Dalam tes beasiswa tahun ini, Idham Kholid mangakui tidak ada kendala. Begitu juga dengan calon penerima dari luar negeri.

Untuk diketahui, calon penerima beasiswa yang mengikuti tes sebanyak 2.038 orang. Dengan rincian, untuk bahan  beasiswa strata tiga sebanyak 278 orang dan program strata dua sebanyak 1.760 orang. Dengan merebut sebanyak 62 orang untuk strata tiga. 85 orang untuk program strata dua. Pada tahun lalu, Dari 600 orang penerina beasiswa ada 17 orang yang bermasalah. Meski secara umum dibandingkan tahun sebelumnya cukup baik. Yakni nilai temuannya hanya Rp 200 jutaan dan di 2010 hampir Rp 3 miliar. Dari 17 temuan itu enam tidak aktif lagi kuliah, satu sudah selesai, enam ketika alamatnya dikonfirmasi BPK tidak ditemukan serta ada yang tiga orang sedang cuti kuliah.

Di persoalan lain, Disdik juga akan melakukan uji Kompetensi Guru (UKG) pada 31 Juli mendatang. Hanya saja ini bukan persyaratan seorang guru bisa melanjutkan tunjangan profesinya atau tidak. Namun, itu hanya untuk melakukan pemetaan-pemetaan terhadap guru yang akan menerima tunjuangan profesi itu. “Rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 31 Juli ini,” kata Idham. Menurutnya, UKG itu memang merupakan persyaran apakah seseorang bisa menjadi melanjutkan tunjangan propesinya atau tidak. Namun, dikarenakan adanya arahan dari pusat bahwa, UKG pada tahun ini belum bisa dijadikan persyaratan tetapi hanya untuk melakukan pemetaan kondisi guru yang akan menerima tunjangan propesi. “Belum sebagai persyaratan,” pungkasnya.  Meskipun UKG dilaksanakan pada tanggal 31 mendatang, namun Idham belum mengetahui angka pasti berapa peserta yang ikut UKG tahun ini. “Karena itu di bawah LPMP. Tapi saya sudah diberitahu,” tandasnya lagi.

Secara tehnis, ditegaskan Idham, UKG pada tahun ini memang  berbeda dari tahun sebelumnya, Tetapi perbedaan itu tidak terlalu signifikan. Dirinya mengharapkan bahwa, dengan adanya UKG pada tahun ini, kompetensi guru lebih jauh dari apa yang mereka lakukan sehari-hari. Untuk guru yang didaerah, dikatakan dia, mereka juga akan mengikuti UKG di provinsi Jambi. “Ujiannya kita lakukan satu hari,” tandasnya lagi. (Reporter: Anton)

comments