You are here: Home Pendidikan SMK Nusantara Segera Buka Jurusan IT

SMK Nusantara Segera Buka Jurusan IT

PDFCetakEmail

Adrianus, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SMK Nusantara.(F:Sandi)JAMBI- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusantara Kota Jambi akan membuka jurusan baru dibidang Teknologi Informatika (IT). Jurusan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan siswa dalam mengikuti perkembangan zaman saat ini. Adrianus, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, SMK Nusantara mengatakan, dibukanya jurusan baru dalam bidang informasi tersebut juga merupakan keharusan bagi sekolahnya, karena selaras dengan perkembangan saat ini.

Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka sekolahya akan tertinggal dengan sekolah yang lain. ‘’Mau tidak mau sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman yang ada, maka kita membuka jurusan yang baru. Jurusan itu bisa saja jurusan TI  ataupun tehnik komputer dan jaringan," kata Adrianus, kepada koran ini, usai rapat koordinasi SMK se-Provinsi Jambi, di hotel Abadi, kemarin.

Dia juga mengatakan, sekolah yang dipimpinnya itu telah menyiapkan beberapa tenaga guru yang memang memahami tentang IT. Selain itu, juga pihaknya sudah mengadakan kerjasama dengan guru-guru yang ada di sekolah negeri, untuk mengajar di jurusan baru tersebut. Jika dilihat dari segi fasilitasnya, saat ini pihak sekolah sedang menyiapkan sebuah ruang praktek untuk bidang informatika. Ditargetkan awal tahun depan, pengerjaannya akan rampung sehingga saat memasuki tahun ajaran baru ruangan praktek tersebut sudah siap untuk digunakan.

Saat ini, SMK Nusantara telah memiliki dua jurusan yaitu di bidang akutansi dan administrasi. Ke depan diharapkan, dengan bertambahnya jurusan akan menarik peminat dari siswa baru dan menambah warna baru dalam kegiatan di sekolah. Adrianus menilai, sekolahnya memang sulit bersaing dengan sekolah lain. Hal itu dikarenakan di Jambi orang tua siswa masih cenderung memilih sekolah negeri dibandingkan dengan sekolah swasta untuk menyekolahkan anaknya.

Rata-rata siswa yang masuk kesekolahnya dari segi kualitas memang sangat jauh berbeda dengan kualitas di sekolah-sekolah negeri. Sehingga perlu kerja keras bagi pihak sekolah untuk dapat membentuk siswanya menjadi pribadi-pribadi yang berkrakter dan berprestasi. "Kalau di sekolah lain siswanya berprestasi karena sudah terbentuk sejak SMP. Tapi itu menjadi tantanganan tersendiri bagi kami, terangnya.

Selain itu, masih sedikitnya bantuan dari pemerintah juga menyebabkan pihaknya kesulitan meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Namun dari sisi kedisiplinan sekolahnya berani bersaing dengan sekolah lain. Dimana tingkat absensinya berada di atas 90 persen. Walaupun bayak tantangan yang dialami. Namun hal itu tetap membuat pihaknya optimis dengan kemajuan sekolah. Ke depan akan adanya jurusan baru dan itu akan menjadi semangat baru bagi dirinya dan seluruh guru-guru yang ada di sekolah. (zie)

 

comments