You are here: Hukum SPJ Fiktif Kerinci, Tuti Mulyani Juga Dituntut 2 Tahun 3 Bulan Penjara

SPJ Fiktif Kerinci, Tuti Mulyani Juga Dituntut 2 Tahun 3 Bulan Penjara

PDFCetakEmail

JAMBI - Mantan Kepala Bagian Umum Setda Kerinci, Tuti Mulyani juga dituntut 2 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tuntutan ini dibacakan dalam sidang lanjutan kasus korupsi dana SPJ fiktif Kabupaten Kerinci, yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Senin (3/6).


"Menyatakan tidak bersalah dalam dakwaan primair pasal 2 dan membebaskan terdakwa dari dakwaan tersebut. Menyatakan terdakwa terbukti dalam dakwaan subsidair pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Serta menutut terdakwa dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dikurangi selama dalam tahanan," ujar jaksa Aditya dihadapan majelis hakim tipikor.

Selain dituntut pidana penjara, terdakwa Tuti Mulyani juga dituntut pidana denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan penjara.

Sedangkan untuk uang pengganti kerugian negara tidak dibebankan kepada Tuti, karena telah dibebankan kepada terdakwa Zulfikar. JPU beranggapan, sesuai dengan fakta di persidangan Zulfikar lah yang berperan dalam hal SPj fiktif ini.

Sebelumnya, mantan Bendahara Umum Setda Kerinci, Zulfikar telah dituntut 2 tahun 6 bulan penjara, dan denda Rp 50 juta subsidair 6 bulan, serta diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1, 7 miliar subsidair 1 tahun 3 bulan penjara.

Reporter : Khusnizar

 

comments