You are here: Hukum Kasus PSPD Unja, Eliyanti Juga Divonis 13 Bulan Penjara

Kasus PSPD Unja, Eliyanti Juga Divonis 13 Bulan Penjara

PDFCetakEmail

Eliyanti, salah satu terdakwa kasus PSPD Unja usai sidang di Pengadilan Tipikor Jambi, beberapa waktu lalu.(F:Hardiyansyah)JAMBI - Mantan bendahara Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Universitas Jambi (Unja), Eliyanti, juga divonis 13 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi. Ia dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus korupsi dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada PSPD Unja.

Sidang vonis terhadap Eliyanti digelar Selasa (23/7) siang ini di Pengadilan Tipikor Jambi. Vonis 13 bulan penjara terhadap Eliyanti sama dengan vonis yang diberikan terhadap mantan Rektor Unja, Kemas Asyad Somad, yang juga merupakan terdakwa dalam kasus ini.

Oleh majelis hakim, Eliyanti dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan subsidair jaksa penuntut umum (JPU) pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan 1 bulan (13 bulan, red)," kata ketua majelis hakim, Suprabowo, saat membacakan vonis terhadap Eliyanti. Selain pidana penjara, Eliyanti juga divonis pidana denda sebesar Rp 50 juta subsidair 2 bulan. Majelis hakim juga menetapkan Eliyanti tetap sebagai tahanan rumah.

Terhadap Eliyanti, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp 667 juta lebih, dengan ketentuan setelah satu bulan dibacakannya keputusan uang pengganti tidak dibayar, maka akan diganti hukuman 4 bulan penjara.

Reporter : Khusnizar

 

comments

Related news items:
Newer news items: