You are here: Hukum Kejari Minta Diaudit Ulang

Kejari Minta Diaudit Ulang

PDFCetakEmail

BUNGO-  Kasus dugaan korupsi dana bantuan opersional sekolah (BOS) dengan tersangka Masri, kepala sekolah SDN 102 memasuki tahap P-19. Namun pihak Kejaksaan meminta untuk dilakukan audit ulang karena ada potensi kerugian negara yang belum lengkap didata. Hal ini disampaikan Kanit Tipikor Ipda Cahyono Yudi S, kemarin. Katanya, kasus ini hanya tinggal melengkapi beberapa berkas atau penambahan data untuk masuk ke tahap P21. Setalah itu pemeriksaan berkas dari tim penyidik Tipikor dinyatakan lengkap, maka baru dilakukan pelimpahan perkara ke kejaksaan.

“Sebelum dilakukan pelimpahan berkas perkara kasus dugaan korupsi dana BOS dengan tersangka Masri ke Kejaksaan, maka perlu penambahan data, dengan meminta tim audit dari BPKP,” ujarnya.

Potensi kerugian yang harus diaudit ulang ini sebenarnya tidak begitu besar, bahkan hanya berkisar ratusan ribu. Namun karena ini uang negara dan harus jelas peruntukannya, maka pihak berwenang harus melakukan kewajiban audit. “Mau bagaimana lagi, ini harus kita lakukan,”katanya.

Sedangkan dana BOS yang diperuntukkan untuk SDN 102 itu sebanyak Rp 120 juta, dengan digunakan dalam satu tahun. Setiap penggunaan dana BOS untuk kegiatan sekolah selalu dicairkan setiap  triwulan lebih dari Rp 30 juta. “Maka untuk memastikan berapa kerugian dana BOS perlu dilakukan audit ulang,” terang Cahyono.

Untuk lebih lanjutnya mengenai kasus Masri, dari tim penyidik Polres akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak ke Kejaksaan Negeri Bungo, menyangkut audit ulang  itu. (cr2)

 

 

comments