You are here: Hukum Mantan Dirut PDAM Tersangka

Mantan Dirut PDAM Tersangka

PDFCetakEmail

Mantan Dirut PDAM Tirta Mayang Jambi, Agus Sunara.(F:dok)JAMBI-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Mayang Jambi, Agus Sunara sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penyimpangan dana dua item kegiatan di perusahaan daerah milik pemerintah, yakni penggunaan dana pendidikan dan pembinaan.

Dalam penggunaan dua item kegiatan ini, dana tersebut digunakan tidak sesuai peruntukannya. Dana pendidikan yang seharusnya diberikan kepada pegawai yang melanjutkan pendidikannya malah dibagi-bagikan ke seluruh pegawai.

Begitu juga dengan dana pembinaan. Seharusnya dana itu digunakan untuk pembinaan, malah diberikan kepada pembina PDAM, yang tidak lain merupakan pejabat Kota Jambi. Dalam kasus ini, ada kerugian negara sekitar Rp 400 juta. Dalam kasus tersebut, Agus tidak sendirian. Dia dijadikan tersangka bersama beberapa orang lainnya. Hanya saja siapa saja tersangka yang dimaksud, dan berapa jumlah pasti, pihak kejaksaan belum mau menyebutkannya satu persatu.  Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jambi, Masyrobi mengatakan, tersangka PDAM sudah ditetapkan. “Tersangkanya adalah AS dkk (dan kawan-kawan),” katanya kemarin (30/05). Ketika ditanya, berapa jumlah dkk, Masyrobi, tidak mau menyebutkan. “Yang jelas dan kawan-kawan,” tegasnya singkat.

Menurutnya, penetapan tersangka ini resmi telah ditetapkan, bahkan surat perintah penyidikan pun sudah turun. “Sprindiknya (Surat Perintah Penyidikan) sudah dikeluarkan tanggal 29 Mei,” katanya lagi.  Namun mengenai rencana pemanggilan, menurut Masyrobi, akan dilakukan setelah rapat tim. “Kita kumpul tim dulu, baru kita melakukan panggilan tersangka,” ujarnya. Untuk diketahui, sebelumnya kejaksaan telah meningkat status penanganan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan. Ini karena dari hasil penyelidikan ada item pengeluaran yang tidak sesuai peruntukannya, sehingga ada kerugian negara sekitar Rp 400 juta. Dana bantuan pendidikan itu berjumlah lebih kurang Rp 170 juta. Kemudian uang pembina ada sekitar Rp 200 juta lebih. Dana Rp 170 juta itu seharusnya diberikan kepada pegawai yang tugas melanjutkan pendidikan, namun dana ini dipakai untuk dibagi-bagikan kepada seluruh pegawai yang tidak melanjutkan pendidikan, termasuk kepada honorer dan clining service kantor.  Demikian juga dengan dana pembina, tidak ada aturan yang mengatur untuk diberikan kepada pembina. Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi di PDAM ini dilaporkan ke Kejati Jambi. Laporan itu meliputi adanya dugaan penyelewengan retribusi kebersihan, leges, dan dugaan penggelapan atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan keuangan PDAM.

Pada tahap penyelidikan, sejumlah pejabat PDAM pun telah dimintai keterangannya. Termasuk satu diantaranya adalah Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Mayang Jambi, Firdaus. Agus Sunara sendiri hingga kini masih belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi lewat dua nomor ponselnya salah satunya terdengar nada tidak aktif. Sementara satu nomor lainnya memblokir semua nomor panggilan. Saat ini dari informasi yang diperoleh, Agus Sunara pasca tidak lagi menjabat sebagai Direktur PDAM Tirta Mayang, dia tidak lagi berdomisili di Jambi. Dari penelusuran berbagai situs di internet, Agus Sunara masuk sebagai pengurus Dana Pensiun Bersama (Dapenma) Perusahaan Daerah Air Minum Seluruh Indonesia (Pamsi). Disitu dia tercatat menjabat sebagai anggota dewan pengawas untuk masa jabatan 2008-2013. Di samping itu, dari situs www.perpamsi.or.id disebutkan juga, Agus Sunara menjabat sebagai Direktur Eksekutif Perpamsi. (Reporter:Sahrial)

Penetapan Tersangka Agus Sunara
Kasus: Penyimpangan dana pendidikan dan pembinaan.
-    Dana pendidikan diduga dibagi-bagikan ke semua pegawai.
-    Dana Pembinaan diduga dibagikan ke pejabat Kota Jambi selaku pembina PDAM
Kerugian Negara: Rp 400 Juta

comments