You are here: Metro Anak Jambi Jalan Jalan ke Negeri Kanguru (3)

Anak Jambi Jalan Jalan ke Negeri Kanguru (3)

PDFCetakEmail

Kisah Alumni SMPN 7 Jambi Razin Fajri Panyigi Suardi Ikut Program Pertukaran Pelajar ke Duboo, Australia
Di Kebun.(F:ist)MENU
makanan menjadi persoalan tersendiri bagi kami peserta program pertukaran pelajar di Australia. Menu makanan di sini jauh berbeda dengan menu di Indonesia. Baru beberapa hari tinggal di Australia, saya kangen dengan masakan Indonesia. Saya merindukan nasi.

Sore itu, saya tiba di rumah Sam yang menjadi host family saya. Selesai diperkenalkan dengan anggota keluarga, saya diajak keliling kebun milik Sam yang sangat luas dengan menggunakan kendaraan kebun. Selesai itu saya diajak bermain bola bersam Sam dan kedua adiknya. Menjelang senja, saya langsung menuju kamar dan mandi. 

Makan malam pertama saya adalah makanan yang di luar dugaan saya yaitu nasi dengan salad. Sebelumnya, saya bilang ke Sam kalau setiap saat saya makan dengan nasi, sehingga makan malam pertama ini Sam menyediakan nasi yang rasanya berjuta rasa dengan warna yang merah dicampur hitam. Pada akhirnya, makanan tersebut tidak habis, dikarenakan saya belum terbiasa menyantap makanan khas mereka itu.

Makan malam pertama ini saya tidak ditemani oleh ibunya Sam, karena ibu Sam sedang bekerja di café, Sedangkan bapak Sam bekerja sebagai kontraktor. Selesai makan malam, saya kembali sebentar ke kamar untuk mengambil pakaian kotor, lalu bertanya bagaimana saya bisa mencuci pakaian kotor saya. Ternyata, mereka mencuci dan mengeringkan pakaian bisa cepat hanya 3 jam.

Keesokan harinya, saya bangun jam 6 pagi dan langsung melaksanakan sholat subuh sebagaimana agama muslim mengajarkan untuk sholat. Setelah itu, saya mandi dan berkemas dan pergi ke tempat makan untuk sarapan pagi. Sarapan pagi saya dihidangi dengan roti isi telur ayam yang sudah direbus. Sarapan pagi dengan menu seperti itu saya alamai selama berada di rumah Sam. 

Selesai sarapan, saya diberi bekal buat makan siang nanti. Tepat 8 pagi, saya, Sam dan adik-adiknya langsung lari ke pinggir jalan. Dengan suara yang tersendak-sendak, akhirnya kami sampai di pinggir jalan menunggu bis sekolah. Perjalanan ke sekolah memakan waktu sekitar 45 menit. Selama perjalanan saya hanya mengamati pemandangan. Tepat pukul 08.45 waktu Australia, kami sampai dan melakukan absensi pukul 09.00 dan langsung masuk ke kelas. Istirahat pertama pada pukul 10.30 sampai 11.00. Setiap istirahat, pelajar yang dari Indonesia selalu berkumpul dan bercerita banyak hal tentang apa saja yang telah dilakukan di hari pertama tinggal di rumah host familly masing-masing. Setelah itu, kami kembali mengikuti host familly masuk ke kelas. Kelas selanjutnya berakhir pada pukul 12.00 dan istirahat buat makan siang.

Selesai makan siang, kami semua menuju ruang pertemuan antara perwakilan seluruh sekolah asal saya dan sekolah St John’s Collage yang dipmpin kepala sekolah diwakili oleh kapten dan anggotanya. Di sana, kami berinteraksi saling bertukar pendapat satu sama lain. Selesai pertemuan itu, kami semua melanjutkan pelajaran sesuai host family masing-masing sampai pukul 15.15, lalu pulang ke rumah host family seperti biasa menggunakan bis sekolah.

Kegiatan sore saya, melihat Sam latihan olahraga rugby. Di bawah terik matahari tetapi dengan suasana yang sejuk, saya menonton Sam latihan rugbhy di lapangan yang lumayan besar. Saya tidak merasa bosan dengan keadaan itu, karena saya ditemani kamera saya yang selalu mengambil foto pemandangan dan mengobrol dengan adik perempuan Sam. Selesai Sam latihan, saya dan Sam dijemput oleh ibunya, dan langsung menuju tempat latihan tari adik perempuannya.

Sebelumnya, saya tidak tahu tempat apa ini. Dengan nada-nada Bahasa Inggris, ibu Sam menjelaskan bahwa ini adalah cafe tempat ibunya bekerja dan malamnya saya diajak makan malam di cafe itu.
Makan malam pun tiba. Makan kali ini dihidangi 8 jenis makanan yang harus di habiskan. Wow! Saya pun makan. Perut ini pun begitu tidak bersahabat, karena sudah penuh dan saya jadi ngantuk karena sudah melahap semua makanan itu secara bersama-sama dengan keluarga Sam. Kami pun pulang ke rumah dengan badan terasa ngantuk karena kekenyangan.

Keesokan harinya, seperti biasa, sarapan pagi dan pergi ke sekolah seperti biasa. Kegiatan belajar yang harus mengikuti Sam ini tidak membosankan saya, karena pada hari itu Sam memiliki pelajaran olahraga. Saya pun diajak oleh guru olahraga untuk bermain olahraga bricket. Dengan gagah berani diselimuti baju olahraga yang berwarna putih biru, saya memulai memukul bola itu dan mendapatkan pukulan yang jauh dan kencang, lalu anak-anak bertepuk tangan dengan keberhasilan awal saya tersebut. Mereka sangat menghargainya .

Foto bersama Host Family.(F:ist)Selesai belajar olahraga, Sam belajar pelajaran kayu, dimana kita bisa melihat kreativitas anak-anak dalam membuat lemari, meja dan perabotan yang berbahan dasar kayu. Saya pun diminta mengecat lemari yang sudah jadi dengan warna putih. Selesai belajar, pada hari itu saya dan Sam menuju tempat gym atau binaraga. Tempat gym di sana sangat lengkap dan ramai. Selesai ngegym, saya dan Sam pergi ke satu masjid di Dubbo yaitu Masjid M Zahid Kotka Dergah. Di sini, saya hanya melihat keadaan masjid dan langsung melanjutkan ke Dubbo Mall. Di Dubbo banyak mall dan saya mengunjungi salah satu mallnya.

Di mall, saya diajak jalan-jalan dan membeli barang-barang yang saya mau. Selesai itu kami pulang ke rumah dan melakukan kegiatan malam seperti menonton televisi dan terus tidur.

Keesokan harinya, kegiatan sehari-hari pun berjalan mulai dari bangun tidur sampai belajar berakhir. Waktu sorenya, kegiatan saya dan Sam melakukan track balapan motor ATV di kawasan kebun Sam. Malamnya, Sam mengajak saya pergi ke acara party atau pesta teman bapaknya. Pesta dimulai jam 8 malam sampai jam 3 malam. Dalam pesta itu, saya menikmati suasananya bermain, ngobrol dan berbagi cerita Indonesia dan Australia dengan teman-teman Sam dengan Bahasa Inggris. Usai pesta, dengan mata yang sangat mengantuk, kami pulang ke rumah untuk beristirahat.

Besoknya merupakan hari libur sekolah, dikarenakan di Australia, Sabtu merupakan hari libur dan mulai sekolah lagi pada Senin. Jadi, saya bisa tidur puas. Sabtu siang, saya harus mulai beres-beres, karena Minggu kami akan berganti host family. Selama di Dubbo, saya mendapatkan dua host family.
Sore Sabtu, Sam dan adik perempuannya berenang. Di Dubbo, setiap rumah memiliki kolam renang sendiri, karena mereka hobi berenang. Besoknya, saya minta Sam mengajak saya nonton di bioskop dan Sam setuju.

Pada malam harinya, seperti biasa kami makan dan dilanjutkan nonton televisi sambil ngobrol. Saya sempat bertanya kepada Sam kenapa mau menjadi host family dalam program ini. Sam menjawab karena ingin bermain dan berinteraksi bersama orang Indonesia.

Keesokan harinya, selesai aktivitas membereskan barang bawaan saya, Sam mengajak saya membantu membereskan dan membuat pipa penyaluran air di kebunnya. Tepat pukul 9 pagi, saya langsung dibawa dengan kendaraan yang unik dan asyik ini ke kebun Sam. Sesampainya di kebun, saya langsung membantu Sam dan bapaknya. Selesai itu, saya, Sam, adik perempuan dan bapaknya pergi ke mall di Dubbo. Di mall itu, saya dan Sam nonton bioskop sesuai dengan janji Sam. Biaya tiket bioskop di Dubbo 14 dollar Australia atau setara Rp 140 ribu uang Indonesia. Kami menonton film action yang mulai pada pukul 11.

Selesai nonton, kami jalan-jalan sekitar mall dan langsung menuju cafe tempat ibu Sam bekerja. Di sana, saya dan Sam sudah ditunggu oleh bapak, ibu dan adik-adiknya Sam. Di sana kami makan siang bersama, setelah itu pulang ke rumah. Sesampai di rumah, saya langsung membereskan barang bawaan, karena saya akan pergi ke kebun binatang Dubbo yang tidak jauh dari rumah Sam. Di sana saya akan berkumpul bersama teman-teman saya yang dari Indonesia. Di sini, ada acara berbeque dan penggantian host familly.

Maksud dari penggantian host familly adalah akan berpindah ke host familly yang lain yang sudah dipilih. Ini bertujuan agar kita semua saling kenal lebih luas, bisa membedakan kehidupan orang Australia serta bermain dan belajar bersama terhadap orang-orang Australia. Tepat pada pukul 2 siang, saya langsung bergegas. Sebelumnya, saya berpamitan dengan ibu Sam dan adik-adiknya, karena mereka tidak bisa mengantarkan saya. Saya dipeluk oleh mereka semua dan saya berkata, “thank you, so much for your everything”, karena sudah merawat dan menjaga saya selama 6 hari.

Kami, host lama dan host baru berkumpul. Setelah itu, makan bersama. Ada banyak menu disiapkan, seperti daging ayam panggang, daging kanguru panggang, daging buaya panggang dicampur dengan salad. Karena kami orang Indonesia beragama muslim, kami hanya makan yang halal saja, yaitu ayam panggang. Di sini, kami berfoto bersama dengan host family. (bersambung)

 

comments