You are here: Metro BPN : Ngeprint Blanko Akta Tanah Tidak Boleh Gunakan Tinta Infus

BPN : Ngeprint Blanko Akta Tanah Tidak Boleh Gunakan Tinta Infus

PDFCetakEmail

JAMBI - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muaro Jambi menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Kepala BPN No 8 Tahun 2012, Rabu (20/3). Dalam kegiatan ini, disampaikan bahwa pengadaan blanko akta tanah tidak lagi diadakan secara terpusat oleh BPN. Pembuatan blanko tersebut diserahkan langsung kepada para Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

“Dalam peraturan tersebut sudah diatur mengenai petunjuk, format, dan standar blanko yang dibuat. Jadi, meski pembuatannya diserahkan langsung kepada para pejabat PPAT, namun pejabat PPAT tersebut tidak boleh sembarangan membuat. Mengenai font, ukuran, spasi, warna, dan sebagainya sudah diatur di peraturan tersebut. Pembuatan blanko tersebut cukup dengan diprint,” jelas Frangky Poli, Kepala BPN Kabupaten Muaro Jambi, kepada Metrojambi.com, Rabu (20/3).

Bahkan, soal tinta diatur juga diatur. “Kami melarang keras penggunaan tinta infus dalam pembuatan blanko akta tanah ini,” tegas Frangky.

Frangky beralasan, kualitas print menggunakan tinta infus sangat buruk dan tidak layak untuk pembuatan dokumen penting. “Bayangkan, akta tanah yang dibuat PPAT ini bakal digunakan hingga puluhan tahun. Jika menggunakan tinta infus, maka hanya dalam waktu beberapa tahun saja nanti tintanya sudah luntur,” jelas Frangky.

Menurut dia, para pejabat PPAT harus menggunakan tinta original untuk membuat blanko akta tanah ini. “Harus tinta yang bagus, tinta yang origin,” tegasnya.

Reporter : Muhamad Usman

comments