You are here: Metro Biaya Perjalanan Dinas, Berikut Ketentuan Terbaru

Biaya Perjalanan Dinas, Berikut Ketentuan Terbaru

PDFCetakEmail

IlustrasiJAMBI - Menteri Keuangan dan gubernur Jambi membuat aturan baru mengenai biaya perjalanan dinas pejabat dan pegawai negeri sipil ke luar daerah. Menurut Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Jambi, Idham Kholid, pembiayaan perjalanan dinas tersebut mengacu pada model at cost.

"Misalnya begini, untuk menginap di hotel, kita anggarkan Rp 1 juta. Ternyata dia nginap di hotel dengan tarif Rp 800 ribu, maka dia harus mengembalikan uang ke pemerintah sebesar Rp 200 ribu," jelas Idham Kholid, Selasa (21/5).

Jika ternyata si pejabat tidak menginap di hotel, bagaimana? "Mungkin aja. Misalnya dia dinas di Jakarta, ternyata di sana dia punya rumah sendiri atau rumah saudara. Boleh aja dia tidak nginap di hotel, dia nginap di rumah. Jika demikian, dia boleh mengambil 30 persen uang dari yang dijatahkan ke dia, sisanya harus dikembalikan ke pemerintah," ungkap Idham.

Untuk biaya tiket pesawat, pemerintah telah meminta daftar tarif tertinggi tiket ke maskapai penerbangan. Besar biaya tiket akan dipatok sebesar batas tarif tertinggi tersebut. "Prinsipnya sama, jika ternyata pada hari tersebut dia mendapat harga tiket lebih murah, maka dia harus mengembalikan kelebihan uang tiketnya," kata Idham.

Reporter : Muhamad Usman

comments