You are here: Metro Harga Sawit Turun, Masih Terpengaruh Indeks K

Harga Sawit Turun, Masih Terpengaruh Indeks K

PDFCetakEmail

IlustrasiJAMBI - Harga sawit periode 16 hingga 22 Agustus 2013 turun pada angka Rp 1.400. Penurunan tersebut dipengaruhi kecilnya indeks K sawit yang ditetapkan, yakni sebesar 87,42 persen.

Kabid Produksi dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Putri Rainun, mengatakan jika indeks K yang ditetapkan stabil atau lebih tinggi, pasti harga sawit juga bakal naik. Minggu ini, kata Putri, nilai indeks K sawit turun sekitar 2,00 persen.

“Kalau kemarin indeks K sawit kita mencapai 89,52 persen. Namun minggu ini indeks k sawitnya hanya 87,42 persen,” ujarnya kepada Metrojambi.com, Kamis (15/8).

Lebih lanjut Putri mengatakan, turunnya harga sawit minggu ini disebabkan juga oleh faktor cuaca. Meskipun rendemen (kadar minyak sawit, red) naik, namun belum tentu bisa ikut menaikan harga sawit. “Masalahnya, nilai indeks K ini yang turun, jadinya harga yang diterima petani juga ikut turun,” sebutnya.

Ditanyakan apakah turunnya harga sawit hingga Rp 1.400 masih wajar, Putri mengatakan harga tersebut masih terbilang bagus. Diungkapkannya, harga sawit yang diterima petani Jambi masih jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan harga sawit yang ada di Medan,
Riau, dan sejumlah daerah lainnya.

“Harga segitu (Rp 1.400, red) sudah bagus. Di daerah lain ada yang masih dibawah Rp 1.200,” tuntasnya.

Reporter : Ade Sukma

comments