You are here: Metro 14 Honorer Tak Masuk Data Aplikasi

14 Honorer Tak Masuk Data Aplikasi

PDFCetakEmail

KOTABARU-Pendataan terhadap tenaga honorer kategori II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kemarin (30/4) berakhir. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Jambi, Amirullah, dari 589 tenaga honorer kategori II hasil pemetaan tahun 2010, jumlah tenaga honorer kategori II yang memasukan datanya sebanyak 565 tenaga honorer.

Namun, kata dia, dari jumlah tersebut hanya 551 tenaga honorer yang datanya bisa masuk, sedangkan yang lainnya tak bisa masuk ke aplikasi. “Dari yang masukan datanya 14 orang tak bisa masuk aplikasi,” katanya. Dia mengatakan, ke-14 tenaga honorer yang tak masuk aplikasi tersebut karena tidak sesuai dengan kriteria yang ditunjuk dari pusat. Dicontohkannya, untuk usia tenaga honorer kategori II terhitung 31 Desember 2005 minimal 19 tahun. “Ada yang usianya di bawah 19 tahun jadi tak bisa masuk aplikasi,” sebutnya.

Kemudian yang tidak sesuai kriteria tersebut adalah ijazahnya keluar di atas tahun 2005 itu juga tidak bisa masuk dalam aplikasi. Dan dari 14 tenaga honorer tersebut ada juga yang hanya memegang surat tugas dari kepala satuan kerjanya, padahal untuk bisa masuk aplikasi harus memegang SK. “Kalau hanya surat tugas juga tak bisa, harus SK yang dikeluarkan kepalanya,” tukasnya.

Ketika ditanyakan apakah ke-14 tenaga honorer tersebut dinyatakan gugur? Dia mengatakan, untuk menyatakan gugur bukan kewenangan pihaknya, karena mereka hanya melakukan pendataan. Namun berkas ke-14 tenaga honorer tersebut tak akan dimasukan ke BKN. “Yang bisa menyatakan gugur BKN karena mereka yang verifikasi, tapi berkas yang kami sampaikan ke pusat hanya 551 berkas yang lengkap dan sesuai dengan kriteria dan ketentuan BKN,” kata Amirullah.Menurutnya, setelah pemberkasan selesai, pihaknya langsung mengirimkan salinan dan daftar nominatif ke BKN pusat. “Kan pendataan sudah selesai dan ditutup, jadi langsung kami antar copy-nya ke pusat,” katanya.

Amirullah juga mengatakan, dari 589 tenaga honorer kategori II hasil pemetaan, sebanyak 24 tenaga honorer kategori II tidak memasukan berkasnya. Namun dia mengaku tak bisa memastikan alasan kenapa mereka tak memasukan berkasnya. “Mungkin juga mereka sudah lulus PNS tahun sebelumnya, atau juga jadi karyawan atau lainnya,” imbuhnya. Apakah semua data yang dimasukan benar dan valid? Dia mengatakan, pihaknya hanya melakukan pendataan sedangkan verifikasi untuk menentukan kebenaran data tersebut adalah dari BKN pusat. Menurut dia, ada risiko besar ketika data yang dimasukan merupakan data rekayasa. Yang bersangkutan atau yang menandatanganinya bisa dikenakan pidana.(Reporter:Amril Hidayat)

comments