You are here: Metro BKKBN: Hanya Satu Kasus di Provinsi Jambi

BKKBN: Hanya Satu Kasus di Provinsi Jambi

PDFCetakEmail

Telah Dilakukan 399 MOP Vasektomi
Hamdani sedang dirawat di RS Bratanata Jambi.(F:ist)JAMBI-
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Jambi menyatakan jika kasus yang menimpa Hamdani (45) itu merupakan kejadian pertama dalam metode kontrasepsi vasektomi atau medis operasi pria (MOP). ''Selama ini dalam proses perjalanan program KB, khususnya MOP vasektomi tidak pernah terjadi yang seperti ini,'' ujar Dra Hj Retno Munfaati, MM, Kepala BKKBN Provinsi Jambi.


Dijelaskannya, dari data yang ada di BKKBN Provinsi Jambi, sejak tahun 2009 hingga April 2012 telah dilakukan 399 vasektomi di seluruh Provinsi Jambi. ''Tapi baru kali ini terjadi komplikasi pasca operasi vasektomi. Bila dibandingkan jika data yang sukses empat tahun terakhir, kasus ini hanya 0,002 persen.

Bila dibandingkan 10 tahun terakhir malah bisa lebih kecil lagi,'' jelasnya. Selain itu, Hamdani ini diduga memiliki kelainan genetik terkait pembekuan darah atau hemofilia yang memicu terjadinya komplikasi dalam proses MOP tersebut. Apalagi, Hamdan ini pernah digigit ikan buntal, tapi darahnya mengucur terus dan lambat membeku. ''Namun, kita tetap memberikan bantuan dan menanggung biaya pengobatan mulai perawatan di RSUD Bungo hingga ke RS DKT. Ini akan terus diberikan hingga Hamdani sembuh,'' terang wanita ramah ini.

Retno menyatakan pihaknya juga terus memantau perkembangan proses pengobatan di RS Bratanata Jambi. ''Ini wujud keperdulian dan tanggungjawab kami terhadap terjadinya komplikasi pasca operasi. Kondisinya saat ini  juga makin membaik. Bisa makan, minum dan berbicara,'' sebutnya. Diutarakannya, pelayanan KB di Kabupaten Tebo itu merupakan permintaan dari BPPKB Tebo. Karena di sana belum ada mobil unit pelayanan KB. ''Jadi kita kirimkan satu unit mobil unit pelayanan KB ke sana. Ini juga sudah sering kita lakukan ke kabupaten/kota lainnya,'' papar Retno. Dilanjutkannya, vasektomi adalah tindakan medis dengan cara memutuskan saluran sperma agar tidak terjadi kehamilan. Sehingga tidak dijumpai lagi bibit dalam ejakulasi seorang pria. Sedangkan metode kerjanya adalah bagaimana menjadikan pipa saluran spermatozoa atau sel benih vas deferens pria agar betul-betul dibuat buntu.

Retno Munfaati, Kepala BKKBN Provinsi Jambi.(F:ist)''Kita tahu saluran sel benih yang sebesar kabel telepon berada di dalam kantong buah zakar (scrotum). Pipa ini menjadi penghubung yang mengalirkan sel benih yang diproduksi oleh buah zakar menuju kelenjar prostat yang berada di atasnya, di luar kantong zakar. Di dalam prostat, sel benih lalu direndam oleh benih berupa getah yang diproduksi oleh prostat. Selain itu disiram pula oleh cairan seminal, sehingga volumenya menjadi lebih banyak. Campuran ketiganya itu menjadi apa yang kita kenal sebagai air mani atau sperma,'' papar Retno. ''Kemudian, pasca MOP vasektomi juga dapat dilakukan penyambungan kembali saluran sperma atau rekanalisasi. Sehingga nantinya sperma pria itu bisa membuahi sel telur,'' katanya. Sedangkan terkait resiko pasca vasektomi, Retno menuturkan keluhan paling sering berupa pembengkakan kantong buah zakar. Selain rasa nyeri berkepanjangan di sekitar itu (Post Vasectomy Pain Syndrome). Pada nyeri yang berkepanjangan biasanya lantaran kondisi buah zakar memang sudah bermasalah sebelum vasektomi dilakukan. ''Mungkin sudah ada infeksi menahun di sana. kalau bukan ada tumor atau kanker buah zakar.'' ungkapnya.

Sedangkan untuk mencegah yang tidak mengenakkan itu, sebaiknya kantong buah zakar diberikan kompres es dalam 24 jam pasca vasektomi. Selain tetap memakai celana berpenyangga dan pastikan tidak terinfeksi. ''Jika ada pembengkakan, muncul gejala merah meradang pada kantong buah zakar, berarti kemungkinan sudah terjadi infeksi di sana,'' tandas Retno. Sedangkan Nangcik, PNS Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Tebo menuturkan jika peserta KB vasektomi itu memang sudah berkeinginan kuat untuk ikut program KB vasektomi. Ini dikarenakan anaknya sudah empat orang dan umurnya sudah 45 tahun. Hamdani juga sudah melalui proses konseling pra operasi tersebut. ''Bahkan dia bersikeras menandatangani sendiri persetujuan pelaksanaan operasi (informed concern) yang selalu dipakai BKKBN dalam metode kontrasepsi jangka panjang. Ini sebagai wujud kita tidak memaksakan pemakaian kontrasepsi dan wujud kesadaran tinggi dari yang bersangkutan,'' kata Nangcik.

Di bagian lain, terkait kasus Hamdani ini diakui oleh pihak Zarnuzi Kepala BPPKB Tebo. “Waktu saya mendapatkan informasi bahwa pak Hamdani mengalami pembengkakan alat vitalnya, saya langsung perintahkan staf saya untuk membawanya berobat ke Puskesmas Sungai Bengkal, namun karena dokter di sana tidak sanggup, semula akan kita rujuk ke RSUD Tebo, namun karena dokter bedahnya tidak ada, langsung kita bawa ke Bungo,” katanya. Menurut dia, sesampainya di Bungo ternyata Rumah Sakit Bungo juga tidak sanggup. Lantas Hamdani langsung dirujuk ke Jambi dan untuk mengawal rujukan ke Jambi itu, dia sudah memerintahkan dua orang stafnya untuk mendampingi Hamdani.

“Jadi tidak benar kalau kita lepas tangan terkait permasalahan ini. Untuk biaya perawatan mulai dari Sungai Bengkal hingga Bungo itu kita yang tanggung. Untuk perawatan di Jambi itu ditanggung oleh BKKBN Provinsi Jambi,” katanya lagi. Zarnuzi mengakui bahwa dirinya belum sempat melaporkan permasalahan ini kepada Bupati Tebo. Dia mengaku akan segera melaporkannya secara tertulis. “Memang benar pak Bupati belum sempat saya laporkan terkait permasalahan ini, segera akan saya laporkan secara tertulis kepada Pak Bupati,” katanya. “Waktu itu ada dua peserta KB Pria, untuk yang satunya tidak terjadi permasalahan, hanya untuk Pak Hamdani saja yang terjadi permasalahan yang sekarang ini sedang kita selidiki apa penyebabnya. Dalam kasus ini BPPKB Tebo hanya mendampingi BKKBN Provinsi Jambi melakukan KB Kes dengan tujuan di PT  Tabora untuk memberikan pelayanan KB,” ujarnya lagi.(Reporter:Muhammad Usman dan Ryance Juskal)

 

comments