You are here: Metro Pedagang Angsoduo Didata Ulang

Pedagang Angsoduo Didata Ulang

PDFCetakEmail

Kawasan Pasar Angsoduo.(F:dok)JAMBI–Rencana pembangunan Angsoduo memang sudah berlarut-larut. Ditambah lagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi membentuk empat tim yang salah satunya akan mendata ulang lagi pedagang Angsoduo.

Padahal, dalam rencana sebelumnya pendataan itu sudah dilakukan oleh Kantor Pengelolaan Pasar Kota Jambi. Hanya saja, Ketua Tim Percepatan Pembangunan  relokasi pasar modern Angsoduo, Fauzi Syam  menyebut verifikasi ulang pedagang Angsoduo itu untuk mempertajam.

”Kemarin yang didata hanya sekedar nama pedagang, luas bangunan, dan jenis bangunan,” ujarnya. Namun dalam verifikasi ulang ini, selain data tersebut akan ditambah lagi dengan waktu hak pakai masing-masing pedagang. Misalnya, hak pakainya ada yang tersisa tiga tahun, dua tahun atau satu tahun. ”Ini kita inventarisasi lagi sedetail mungkin,” katanya.

Gunanya, jelas mantan Kepala Inspekorat Provinsi Jambi ini, yakni untuk memberikan konsentrasi pengurangan nilai jual bangunan permeter kepada pedagang lama. Artinya harga sewa akan disesuaikan dengan sisa kontrak pedagang di pasar lama.

Selanjutnya, pihaknya juga menyiapkan blanko sejenis KTP. ketika melakukan inventarisasi itu, setiap pedagang yang sudah didata, difoto dan diberikan blanko. Kegunaannya, yakni sebagai tiket masuk ketika pasar itu dipindahkan kelak. ”Jadi jelas mana pedagang yang bisa masuk dan tidak,” ujarnya. Selanjutnya, data inventarisasi ulang itu akan dikumpulkan dan dibukukan. Seluruh izin-izin yang dikeluarkan Pemkot Jambi akan dibukukan. ”Inilah yang punya hak-hak menduduki pasar Angsoduo yang baru,” tambahnya.

Tahun lalu, ketika Pemprov Jambi berencana membangun Pasar Angsoduo dengan menggunakan APBD Pemprov Jambi, gubernur memerintahkan dilakukan pendataan pedagang di pasar itu. Ketika itu ditunjuk Kantor Pengelola Pasar Kota Jambi untuk melakukan pendataan.

Awalnya, pedagang didata hampir mencapai tiga ribu pedagang. Namun belakangan data itu dianggap kurang lengkap karena tidak disertai foto dan data diri. Kemudian dilakukan pendataan lagi yakni dengan pola by name by adress, lengkap nama foto alamat dan lainnya.  Meskipun berlarut-larut, akhirnya data itu rampung dengan jumlah pedagang mendekati angka tiga ribu. Tujuan pendataan tersebut, agar semua pedagang Angsoduo saat ini tertampung di kios Pasar Angsoduo yang akan dibangun. Tapi kini, ternyata data itu dianggap kurang lengkap dan dilakukan pendataan lagi. (Reporter:Anton)

comments