You are here: Metro Bakung Kapolda: Masyarakat juga Tidak Boleh Marah

Bakung Kapolda: Masyarakat juga Tidak Boleh Marah

PDFCetakEmail

Jumling Polda di Masjid Nurul Hikmah, Talang Bakung
JAMBI
- Kapolda Jambi Brigjen Pol Drs Anang Iskandar SH MH, bersama pejabat utama Polda Jambi, Jumat (22/6) kemarin menggelar Jumat Keliling (Jumling) di masjid Nurul Hikmah, tepatnya di RT 35, Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan. Usai Salat Jumat berjamaah, Kapolda berdialog dengan jamaah masjid. Dalam dialog Kapolda meminta masyarakat agar bersama-sama dengan Polri menjaga keamanan dan ketertiban.

‘’Untuk menciptakan keamanan dan ketertiban, baik kepolisian maupun masyarakat harus bersinergi dan saling mendukung serta menghormati profesi masing-masing. Intinya antara polisi dan masyarakat harus harmonis,’’ ujar Kapolda. Menurutnya, jika tidak saling menghargai maka yang timbul adalah saling menyalahkan dan tidak akan timbul rasa aman di tengah-tengah masyarakat.

‘’Alhamdulillah selama delapan bulan saya menjabat sebagai Kapolda Jambi, situasinya masih aman-aman saja dan semua berjalan kondusif,’’ tutur Anang Iskandar. Hanya saja menurut Kapolda, sebagian masyarakat yang masih kurang puas dengan pelayanan kepolisian akan menilai polisi dengan istilah polisinya pemarah. ‘’Masyarakat juga tidak boleh marah jika polisi bekerja dalam menegakkan hukum. Untuk itu, mari masyarakat yang masih menjalankan budaya ‘bukan dia yang menanam tapi dia yang memetik’ agar menghilangkan budaya tersebut. Artinya masyarakat harus saling menghargai tugas dan profesi masing-masing dan saling menghargai antara masyarakat dengan masyarakat lainnya,’’ imbuh Kapolda.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, jajaran Polda Jambi kini tengah melakukan patroli multi sasaran atau lebih dikenal dengan PMS. Di sisi lain Polda Jambi kini juga tengah mengembangkan forum diskusi yang dikenal dengan focus group discussion. ‘’PMS untuk menindak dan meminimalisir tindak pidana yang ada sehingga masyarakat merasa aman. Sedangkan FGD adalah untuk menyelesaikan masalah di tengah-tengah masyarakat dengan cara musyawarah,’’ tuturnya.
Dalam dialog dengan masyarakat kemarin, salah seorang pengurus masjid, Cik Nan mengatakan, di wilayah Talang Bakung khususnya di RT 35, antara masyarakat dan Polri terus bergandengan tangan untuk menciptakan suasana yang aman di tengah-tengah masyarakat. ‘’Kebetulan pengurus masjid di sini ada juga anggota kepolisian sehingga antara masyarakat dan polisi saling mendukung,’’ ujar Cik Nan.

Sementara itu, masyarakat Talang Bakung juga mengeluhkan situasi lalu lintas yang semrawut di ruas jalan Simpang Tanjung Lumut. ‘’Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk menempatkan anggotanya atau membangun pos yang permanen di Simpang Tanjung Lumut. Karena di sana terhadap traffic light di persimpangan yang tidak simetris sehingga akan menimbulkan kerawanan lalu lintas,’’ ujar warga. Sementara itu, Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Drs Nasri Wiharto yang hadir saat Jumling kemarin, berjanji menampung keluhan warga tersebut dan secepatnya menempatkan personel lalu lintas di daerah rawan tersebut serta segera mendiskusikannya dengan Polresta Jambi untuk membuat pos polisi di sana. (Reporter:Hardiyansyah)

comments