You are here: Metro Tanggungjawab Kepala Sekolah

Tanggungjawab Kepala Sekolah

PDFCetakEmail

Guru Sertifikasi Kurang Jam Mengajar
KOTAJAMBI -
Adanya guru sertifikasi yang masih kekurangan jam mengajar tidak sampai 24 jam seminggu tidak dibantah Dewi Sariwati, Kasi PMTK Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Jambi. Menurutnya, kekurangan jam mengajar hanya ada pada tingkat SMP dan SMA, sedangkan SD dan TK diyakininya sudah memenuhi jam mengajar. ‘’Kalau kurang mungkin hanya SMP dan SMA, kalau SD semuanya cukup karena guru kelas,” ungkap Dewi.

Kekurangan jam mengajar tersebut dikarenakan adanya kelebihan guru bidang studi tertentu untuk tingkat SMP dan SMA. Yaitu guru bidang studi Bahasa Inggris, IPS dan IPA terpadu. Namun kekurangan jam mengajar tersebut menurut Dewi sudah dipenuhi para guru yang mendapatkan sertifikasi dengan cara menambah jam mengajar di sekolah lain. Sehingga dirinya merasa tidak ada guru sertifikasi yang masih kurang jam mengajarnya. Guru yang kekurangan jam mengajar dan mengisi dengan cara mengajar di tempat lain, harus mendapat tandatangan sekolah asal dan sekolah dimana dia menambah jam mengajarnya. Dia mengatakan, bila masih ada guru yang masih kekurangan jam mengajar namun mendapatkan sertifikasi itu merupakan tanggungjawab dari kepala sekolah (kepsek). Karena pihaknya hanya melakukan verifikasi, sedangkan data dikeluarkan pihak sekolah yang ditandatangani kepsek. Dimana pihak sekolah yang mengeluarkan rekomendasi ke Dinas Pendidikan bagi guru yang akan akan mendapatkan sertifikasi.

‘’Kami hanya terima data dan sekolah yang lebih tahu,” katanya. Untuk tingkat SMP sudah ada komitmen dari kepala sekolah untuk tidak menandatangani rekomendasi bila ada guru yang belum sampai jam mengajarnya. ‘’Kalau SMP sudah ada komitmen kepala sekolah, kami juga adakan rapat beritahukan untuk tidak tandatangani yang kurang jamnya. Kalau SMA saya tak tahu itu bukan bagian saya,” sebutnya. Ditanya berapa persentase guru yang kekurangan jam mengajar karena kelebihan guru bidang studi, dia mengaku belum mengetahuinya karena belum ada pendataan. Lalu apakah selama ini ada pengaduan mengenai hal tersebut? Dewi mengatakan belum pernah menerima pengaduan walau berbentuk surat kaleng. Sementara itu, Kasi PMTK tingkat Menengah Dinas Pendidikan Kota Jambi, Nur Alamsyah juga mengatakan hal yang sama. Dia mengatakan, bila ada guru yang masih kurang jam mengajar namun sudah disertifikasi merupakan tanggungjawab kepsek.

‘’Kan kami menerima data dari sekolah,’’ ucap Nur Alamsyah. Namun dia meyakini semua guru sertifikasi sudah memenuhi jam mengajarnya. ‘’Kalau ada kekurangan di sekolahnya mereka tambah di sekolah lain,” tukasnya. Sementara itu, Anti Yosefa anggota Komisi D DPRD Kota Jambi, mengatakan juga mencium adanya guru sertifikasi yang tak memenuhi jam minimal mengajarnya. ‘’Memang ada tapi kita tak punya datanya,” ucap Anti Yosefa. Menurutnya, kepsek yang mengeluarkan rekomendasi harus benar-benar bertanggungjawab dengan rekomendasi yang dikeluarkannya. ‘’Jangan sampai Kepsek keluarkan rekomendasi untuk guru yang tak memenuhi jam mengajarnya,” tukasnya. Disebutkan, berdasarkan apa yang ditemukan di lapangan hal tersebut ada. Namun menurutnya hal itu bukan karena kesengajaan. Dicontohkannya, seorang guru ketika mengajukan sertifikasi memiliki jam mengajar 24 jam seminggu. Namun seiring berjalan, sebelum sertifikasi keluar, ada penambahan guru di sekolahnya, sehingga jam mengajarnya terpaksa berkurang.

Guru tersebut terpaksa mencari jam tambahan di luar sekolah sebagai bentuk tanggungjawab moral, namun tak menutup kemungkinan masih ada yang belum memenuhi jam mengajarnya. Aswin Erwansyah, Ketua Forum Komunikasi Pemegang Sertifikat Pendidik tidak membantah adanya guru penerima tunjangan namun jam mengajarnya masih kurang. ‘’Ya memang ada itu, yang jelas ada guru yang tak layak menerima tunjangan karena jamnya kurang, akhirnya menerima. Kami tak menutupi itu,” ungkap Aswin. Dia mengatakan, tak bisa menyebutkan kenapa guru yang belum memenuhi syarat tersebut bisa lolos. Namun yang jelas, katanya, ada permainan sehingga guru tersebut bisa lolos. ‘’Ataukah dinas yang kurang jeli, ataukah sekolah yang bermain. Hal tersebut menodai guru yang bersertifikasi dan benar-benar sudah melaksanakan tugasnya dan mendapatkan sertifikasi dengan benar,’’ tukasnya. (Reporter:Amril Hidayat)

comments