You are here: Metro 125 Siswa Bintara Mulai Pendidikan di SPN Jambi

125 Siswa Bintara Mulai Pendidikan di SPN Jambi

PDFCetakEmail

Kapolda: Calon Siswa Gugur Karena Keliru Input Data
SEMATKAN TANDA SISWA - Kapolda Jambi Brigjen Pol Ade Husen Karta Dipoera menyematkan tanda siswa kepada perwakilan Casis.(F:Sabar)JAMBI
– Sebanyak 125 siswa Bintara Dalmas penerimaan TA 2012, mulai menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pondok Meja, Kabupaten Muarojambi, Rabu (01/08) kemarin. Pendidikan pembentukan Brigadir Dalmas TA 2012 ini, dibuka langsung Kapolda Jambi Brigjen Pol Ade Husen Karta Dipoera. Para siswa yang mengikuti pendidikan ini, sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi penerimaan Brigadir Dalmas di Panda Polda Jambi.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dalam amanatnya yang dibacakan Kapolda Jambi mengatakan, pembukaan pendidikan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Pusdik Polri. Ini merupakan realisasi rapat pimpinan Polri yang telah merekomendasikan adanya penambahan 10 ribu personel pada tahun 2012. Dengan komposisi 8 ribu untuk tugas Dalmas dan Brimob, serta 2 ribu Tamtama untuk Brimob dan Polair.

Dalam amanatnya, Kapolri menyampaikan bahwa Brigadir dan Tamtama Polri akan memiliki peran penting sebagai tulang punggung dan etalase bagi pelaksanaan tugas polri yang akan selalu bersentuhan dengan masyarakat. ‘’Untuk itu, peningkatan kualitas para siswa yang diawali sejak dari proses pendidikan pembentukan, harus menjadi perhatian dan prioritas kita semua," jelas Kapolda. Dikatakannya, pendidikan yang dilaksanakan pada dasarnya merupakan sebuah proses transfer ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai etika kepolisian dari para pendidik kepada siswa calon anggota Polri.

‘’Dengan demikian, seluruh siswa akan memiliki kemampuan dan keterampilan untuk memahami serta merubah cara pandang, cara berfikir dan cara bertindak sebagai seorang anggota Polri yang terampil dan profesional,’’ katanya. Kepada wartawan, Kapolda mengatakan, proses seleksi penerimaan telah dilakukan secara BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

Kapolda juga menanggapi masalah adanya salah satu calon siswa yang sebelumnya masuk daftar lulus sementara, namun kemudian tidak diluluskan, karena kedapatan buta warna, sesuai hasil supervisi dari Mabes Polri. ‘’Itu terjadi kekeliruan dari saat melakukan input data. Dan sudah kita lakukan penyelidikan oleh pengawas internal. Hasilnya kekeliruan dalam menginput,’’ tegasnya. (bar)

 

comments