dunia

Selat Hormuz Dibuka, Tapi Harus di Bawah Kontrol Angkatan Bersenjata Iran

Rabu, 8 April 2026 | 14:09 WIB
Citra satelit Selat Hormuz. (Ist)

METROJAMBI.COM – Iran sudah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Iran mengajukan sepuluh poin syarat yang harus dipenuhi AS jika gencatan senjata dilakukan dan Selat Hormuz kembali dibuka.

Gencatan senjata disepakati akan dilakukan selama dua pekan, AS dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran dan Iran akan membuka kembali Selat Hormuz.

Baca Juga: CEK! Ini 3 Ciri-ciri KPM yang tidak Bisa Cairkan BPNT dan PKH Tahap 2

Salah satu poin paling krusial adalah terkait kontrol Selat Hormuz berada di tangan Iran secara berkelanjutan.

Sebelumnya agar Selat Hormuz dibuka oleh Iran, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur sipil Iran.

Namun, Iran balik mengancam akan memberikan balasan yang serupa bahkan lebih kuat jika AS dan Israel nekat menyerang infrastruktur sipil.

Baca Juga: TAMAT! 8 Penjelasan Ending Drakor 'Siren's Kiss': Plot Twist-nya Ngeselin

Trump kemudian meningkatkan ancamannya dan mengatakan akan menghilangkan peradaban Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam batas waktu yang ditentukan.

Iran tidak menyerah terhadap ancaman Trump hingga muncul rencana gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.

Iran mengajukan sepuluh syarat gencatan senjata yang kemudian disetujui oleh Presiden AS, Donald Trump.

Baca Juga: Trump Setujui 10 Syarat, Iran Umumkan Kemenangan Perang Melawan AS dan Israel

Salah satunya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz selama dua pekan di bawah kontrol Republik Islam Iran.

Terkait pembukaan Selat Hormuz, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mengatakan, meski Selat Hormuz dibuka, untuk melewati Selat Hormuz harus berkoordinasi dulu dengan Angkatan Bersenjata Iran.

Halaman:

Tags

Terkini