Hingga Maret, Terjadi 28 Bencana Alam, Karhutla dan Kebakaran Rumah di Tanjung Jabung Timur

- Sabtu, 10 Juni 2023 | 12:07 WIB
Kerusakan akibat angin puting beliung yang menghantam pemukiman warga Desa Teluk Majelis, Kuala Jambi, Tanjab Timur baru baru ini (Metrojambi.com)
Kerusakan akibat angin puting beliung yang menghantam pemukiman warga Desa Teluk Majelis, Kuala Jambi, Tanjab Timur baru baru ini (Metrojambi.com)
 
METROJAMBI.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatat ada 28 kasus baik bencana alam, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kebakaran pemukiman.
 
Kepala BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur Helmi Agustinus mengatakan, 28 bencana ini terjadi pada triwulan pertama yaitu Januari-Maret.tahun 2023.
 
"Ada 28 kasus, selama periode Januari-Maret 2023," ujarnya, saat dikonfirmasi Sabtu (10/06/2023).
 
 
Ia memaparkan saat terjadi panas beberapa bulan waktu lalu ada 2 peristiwa karhutla dengan luasan 8 Hektar.  Kemudian pada Mei lalu bencana alam luting puting beliung menghantam 25 rumah warga Desa Teluk Majelis dengan rincian 1 rumah rusak berat,5 rusak sedang,19 rusak ringan, kemudian 3 kasus kebakaran rumah milik warga.
 
"Dari beberapa peristiwa bencana ini alhamdulillah, tidak ada korban jiwa," ucapnya. 
 
Helmi menyebutkan, menghadapi perubahan musim pancaroba dari musim hujan ke musim panas (kemarau,red) yang diprediksi terjadi awal Juli mendatang pihak BPBD telah menyiapkan 5 posko. 
 
 
Untuk Posko Induk di Kantor BPBD Kabupaten Tanjabtim, Posko Lapangan 1 di Kecamatan Sadu, Posko Lapangan 2 di Kecamatan Berbak di Manggala Agni, Posko Lapangan 3 di Kecamatan Dendang di PT. Atga dan Posko Lapangan 4 di Kecamatan Mendahara Ulu.
 
"Peralatan sudah kami kirim, dan melakukan patroli rutin dengan melibatkan pihak TNI dan Polri di masing-masing posko," terangnya.
 
Jika berkaca dari tahun 2015 dan 2019 silam, saat ini pihaknya telah melakukan antisipasi menghadapi kemarau ekstrem 4 tahunan ini. Namun, Ia berharap prediksi kemarau tahun ini tidak terjadi.
 
 
"Kita berdoa saja musim kemarau ekstrem itu tidak terjadi. Yang penting kita sudah siap untuk penanganannya," harapnya.

Editor: Sabar Yusminardi

Tags

Terkini

X