Selasa, 27 September 2022

Pelaku Disanksi Ringan, Prostitusi Dikhawatirkan Kian Marak

Kamis, 25 Juni 2015 | 11:23:10 WIB


Pelaku prostitusi digiring oleh petugas
Pelaku prostitusi digiring oleh petugas / Hardiyansyah

JAMBI - Pasca efektifnya Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pemberantasan Pelacuran dan Perbuatan Asusila, sudah ada pelaku prostitusi yang dilimpahkan Satpol PP Kota Jambi ke Pengadilan Negeri (PN) Jambi untuk disidangkan.

Namun sayangnya setelah disidangkan, pelaku prostitusi hanya disanksi ringan. Padahal sanksi yang diatur dalam Perda Nomor 2 tahun 2014 tersebut cukup berat, yakni kurungan tiga bulan atau denda sampai Rp 25 juta.

Salah satu kasus pelanggar asusila yang sudah dilimpahkan ke PN Jambi, pelakunya hanya dikenakan sanksi denda Rp 300 ribu. Sementara itu pasangan mahasiswa yang tertangkap ngamar bersama pasangan wanitanya, dalam sidang Rabu (24/6) kemarin, malah dibebaskan dari denda atau sanksi lainnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Forum Jambi Bangkit (FJB), Nasorel Yasir, menilai hendaknya sanksi yang diberikan bisa memberikan efek jera kepada pelaku dan pihak lain. Dia mengatakan, kalau cuma sanksi tidak sampai lima ratus ribu, diyakini pelanggaran terhadap Perda Prostitusi tersebut akan kian marak.

"Hendaknya ada efek jera terhadap pelaku. Kalau cuma ratusan ribu terlalu ringan," kata Nasroel.

Dia menambahkan, hendaknya Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) juga benar-benar teliti dalam melakukan BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Selain itu, seharusnya Perda Prostitusi ini juga dilengkapi batas minimal denda yang dijatuhkan terhadap pelaku.

Dia mendorong, Perda ini ke depan harus direvisi dan dimasukan batas minimal. "Harus bikin sanksi minimal, artinya Perda harus direvisi. Tapi biarlah kita lihat dulu setahun ini sejauh mana efektifnya," pungkasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments