Selasa, 27 September 2022

Dewan Minta Hasil Pengelolaan Kebun Sawit Pramuka Masuk Pendapatan Daerah

Kamis, 25 Juni 2015 | 11:38:25 WIB


Anggota DPRD Provinsi Jambi, Luhut Silaban, SH
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Luhut Silaban, SH / dprd-jambiprov.go.id

JAMBI – Hasil pengelolaan kebun sawit Pramuka seluas 400 hektar oleh PT Inti Indo Sawit (IIS), diminta masuk dalam pendapatan daerah. Selama ini, hasil pengelolaan lahan sawit itu digunakan untuk pembiayaan kegiatan Kwarda Pramuka Provinsi Jambi.

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Luhut Silaban, mengatakan pemerintah harus memasukan pendapatan lahan sawit Pramuka yang berada di Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) itu dalam pemasukan daerah Jambi.

"Ternyata sampai sekarang, Pemerintah Jambi belum memasukan pendapatan lahan Pramuka itu ke dalam pendapatan daerah," ujarnya.

Luhut menambahkan, pihaknya mendesak supaya pemerintah menindaklanjuti masalah ini, dan memasukan pendapatan itu dalam pemasukan daerah. Selama ini, pengelolaan itu bermasalah, hasilnya yang mencapai Rp 400 juta per bulan tidak jelas peruntukannya.

Namun Luhut mengatakan pihaknya tidak tahu pasti angka pendapatan dari kerjasama dengan PT IIS sebagai pihak ketiga tersebut. Tapi ia meminta persoalan ini segera ditindaklanjuti.

Selama ini, Luhut menilai pemerintah daerah seolah-oleh membiarkan pendapatan lahan tersebut keluar tanpa menjadi pendapatan daerah Jambi. "Pemerintah seolah-olah membiarkan," ujarnya.

Ditambahkannya, permasalahan tersebut sudah berlangsung sejak 20 tahun lalu, dan hingga kini terkesan dibiarkan. "Permasalahan ini kan sebenarnya sudah sejak 20 tahun lalu, tapi tidak pernah disentuh pemerintah," tukasnya.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments