Sabtu, 1 Oktober 2022

Sanksi Terlambat, Pelajar SMP 17 Kota Jambi Mesti Bikin Surat Pernyataan

Selasa, 28 November 2017 | 13:43:52 WIB


Siswa SMP 17 yang terlambat dihukum membuat surat pernyataan
Siswa SMP 17 yang terlambat dihukum membuat surat pernyataan / Jainal Abidin

JAMBI- Sekolah terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, bukan hanya dalam bidang akademik, dan nonakademik semata, tetapi kedisiplinan siswa dalam mentaati aturan sekolah juga menjadi pendukung utama, untuk mewujudkannya.

Seperti yang dilakukan SMP Negeri 17 Kota Jambi, yang memberikan sanksi siswa terlambat datang di sekolah, dengan membuat pernyataan, yang ditulis tangan, dan ditandatangani siswa.

"Supaya sadar, dan kedepannya tidak terlambat lagi," kata Kepala SMP Negeri 17, Arman Danil.

Dikatakan Danil lagi, aturan sekolah, terkait aturan jam masuk sekolah, siswa paling lambat tiba di sekolah pukul 07. 00 WIB setiap harinya, dan akan dikenakan sanksi apabila melanggar.

Selanjutnya, apabila sanksi diberikan tidak menemui efek jera, selanjutnya sekolah akan menegur, dan menasihati siswa, serta mengajak siswa berkomunikasi perihal pelanggaran yang dilakukan.

" Bisa jadi ada problem di sekolah atau di rumah, sehingga siswa tersebut melanggarnya," paparnya.

Selanjutnya, apabila masih juga dilanggar. "Sekolah akan memanggil orangtua siswa yang bersangkutan," paparnya lagi.

Danil mengatakan, bukan hanya siswa yang harus mentaati aturan sejolah, warga sekolah lainnya seperti guru juga harus mentaati aturan juga, sehingga menjadi contoh, dan tauladan bagi siswa.

" Minimal 5 menit guru datang, dan menunggu siswa didepan kelas, setiap paginya," ungkapnya.

Guru yang melanggar aturan akan dipanggil, dan akan dipertanyakan menyangkut loyalitas kinerja sebagai tenaga pendidik.

Dia menilai, aturan ini dibuat supaya aturan yang dibuat SMP Negeri 17 dapat dijalankan demi meningkatkan pendidikan sekolah, menjunjung tinggi peraturan yang disepakati sebelumnya.

Selain itu, aturan kerapian mengenakan seragam sekolah juga menjadi poin penting yang diterapkan di SMP Negeri 17. sehingga rapi dan indah dipandang mata. "Siswa dilarang coret- coret baju, juga baju dikeluarkan," katanya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments