Jumat, 27 Mei 2022

Kisah Ayu Dalam Mendidik Anak-anak warga SAD di Sarolangun

Selasa, 12 Desember 2017 | 11:16:27 WIB


Penampilan tarian dari anak warga SAD Sarolangun
Penampilan tarian dari anak warga SAD Sarolangun / Luncai Hendri


“Kalau di Provinsi dulu kami tampilkan tarian Elang. Kalau sekarang tarian bernama tari Ambung yang diambil dari aktivitas masyarakat SAD keseharian seperti memanen dan berburu,”ujar Ayu Sriwahyuni.

Diakuinya, saat ini Sekolah Halom memiliki 40 murid. Tentunya mereka memiliki karakter dan kebiasaan yang berbeda dari kalangan warga biasa.

“Mengajar mereka kalau dibilang mudah sulit pak. Tapi kalau untuk mengajarkan seni seperti seni tari, mereka lebih gampang menyerapnya dan pemahaman mereka juga cepat,” ujar Ayu.

Diakuinya, untuk anak SAD mereka lebih cepat menyerap dalam mengajarkan seni tari dengan mengunakan suara maupun video.

“Jadi mereka cepat bisanya apalagi ada musik dan videonya,” katanya.

Sementara soal pendidikan yang lain seperti mengajarkan pola hidup sehat dan bersih untuk anak-anak SAD, Ayu mengaku agak kesulitan.

“Ini yang susah. Kita mengajarkan seperti kesehatan kita sering terbentur dengan tradisi mereka. Kita meminta mereka memakan telur, daging sapi sebagianya karena tradisi mereka dilarang memakan hal tersebut kecuali tumbuhan dan ikan,” kata Ayu.

Tak hanya itu, sebagian warga SAD lain lagi saat diajarkan untuk hidup bersih seperti mandi dengan menggunakan sabun juga mengalami kendala.

“Ada juga mereka yang tak mau mandi pakai sabun, karena menurut kepercayaan mereka kalau mandi pakai sabun takut dewa mereka lari dari mereka," kata Ayu sambil merangkul anak didiknya dari SAD.

Kendati demikian, Ayu mengakui pihak sekolah tetap mencari solusi seperti untuk makanan kalau memang mereka tidak bisa memakan telur maka akan diajarkan memakan makanan yang bernutrisi yang bersal dari tumbuhan dan buah-buahan.

Begitu pula dengan tenaga pengajarnya pihak sekolah juga sudah memiliki tenaga pengajar yang diperbantukan dari warga SAD.


“Kami juga memiliki guru dari warga SAD yang kini namanya sudah diganti dengan nama Susilawati. Guru dari SAD ini sebelumnya juga sudah melalui binaan pihak sekolah dan ia bertugas mengajar di kelompok bermain,” katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments