Jumat, 27 Mei 2022

SMP 22 Kota Jambi Full Day Laksanakan Ujian Remedial

Selasa, 12 Desember 2017 | 16:33:36 WIB


Kepala SMP Negeri 22, Erdalena
Kepala SMP Negeri 22, Erdalena / Jainal Abidin

JAMBI-Setelah melaksanakan ujian semester ganjil yang dilaksanakan 4 hingga 8 Desember lalu, setelah itu SMP Negeri 22 Kenali Besar, Kota Jambi,  melaksanakan ujian remedial bagi siswa yang mata pelajaran tidak memenuhi penilaian standard Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah.

Pelaksanaan remedial dilaksanakan full day selama 2 hari pelaksanaan, Sabtu dan Senin, 9 dan 11 Desember dengan guru mata pelajaran masing-masing. Hal ini dibenarkan Kepala SMP Negeri 22, Erdalena, Selasa (12/12).

Menurut dia, pelaksanaan dilaksanakan serentak dan full day selama 2 hari dengan mengoptimalkan waktu siswa. Tujuannya agar siswa dapat mengikuti kegiatan berikutnya seperti classmeeting jelang nilai rapor dibagikan 16 Desember mendatang.

"Nilai remedial hari itu juga langsung dikoreksi," sebutnya.

Bukan itu saja, sebut Erdalena, nilai yang telah dikoreksi guru lalu diumumkan kepada siswa supaya siswa segera mengetahuinyahasil ujian remedial. "Dan kalau belum tuntas juga, bisa menemui guru bersangkutan untuk memperbaiki kembali," katanya.

Menurutnya, sejauh ini dari hasil penilaian yang dilakukan guru dari mata pelajaran yang telah dilakukan pengoreksian, nilai siswa mengalami peningkatan, dari hasil ujian sebelumnya.

"Meskipun peningkatannya tidak terlalu jauh," sebutnya.

Bahkan, kata dia, rata-rata mata pelajaran yang menjadi kendala siswa tidak mencapai ketuntasan penilaian standard KKM, pada pelajaran matematika, Bahasa Inggris, dan IPA.

"Karena tingkat kesulitan dan luasnya materi, dan siswa kurang menyiapkan belajar," ucapnya.

Selanjutnya, untuk ujian semester ganjil tahun ini, sekolah menaikan penilaian standard KKM sekolah, agar siswa meningkatkan prestasi belajarnya. " KKM rata-rata 75 untuk kelas VIII dan kelas IX yang masing mengunakan KTSP," katanya.

Sedangkan penilaian standar KKM Kelas VII tahun ini yang telah menggunakan kurikulum 2013, sekolah merata-ratakan 70. "Karena pembahasan soal dan materinya lebih sulit," ujarnya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments