Rabu, 19 Januari 2022

Pintu Keluar Air Danau Kerinci Sudah Mendangkal, Warga Minta Normalisasi

Kamis, 14 Desember 2017 | 22:08:19 WIB


Daanau Kerinci
Daanau Kerinci / metrojambi.com

KERINCI - Masyarakat Pendung Talang Genting, Kecamatan Danau Kerinci, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci untuk menormalisasi pintu keluar air Danau Kerinci di Sanggaran Agung.

Pintu keluarnya air Danau Kerinci yang terletak di Sanggaran Agung kini telah mendangkal dan membuat sejumlah lahan pertanian yakni sawah di Desa Pendung Talang Genting tidak bisa digarap dan selalu terendam banjir.

Hal ini disebabkan meningkatnya Air Danau Kerinci setiap musim. Bahkan, kondisi ini diperparah dengan lambatnya air Danau Kerinci surut karena pintu keluar air Danau Kerinci di Desa Sanggaran Agung telah dangkal.

Rahmat, salah seorang warga Pentagen, mengatakan bahwa lahan sawah di pinggiran Danau Kerinci sering tidak bisa digarap, karena lahannya selalu terendam banjir setiap meningkatnya debit air Danau Kerinci beberapa minggu terakhir ini.

"Setiap tahunnya, menjadi keluhan petani yang sawahnya di tepi (pinggir danau, red). Setiap hujan lebat pasti terendam air. Seperti sekarang, sawah yang sudah ditanami padi lah terendam sudah hampir 2 minggu," ujarnya.

"Kita sudah menyampaikan kepada kepala desa untuk dapat mengusulkan pintu keluar air Danau Kerinci dinormalisasi  karena sudah dangkal sekali. Kalau tidak digali dekat jembatan itu, banyak masyarakat yang tidak bisa menggarap sawahnya di pinggir Danau Kerinci," ucapnya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Desa Koto Tuo Ujung Pasir dan Ujung Pasir, Kecamatan Danau Kerinci. Bahkan, hingga saat ini puluhan hektare sawah di dua desa itu masih terendam banjir. Petani pun tidak bisa menggarap lahan pertaniannya.

"Kita sudah besar padinya, tapi sampai sekarang masih juga terendam banjir. Ada padi yang sudah hampir masak terendam.  Jadi terpaksa dipanen dalam air. Kalau tidak dipanen bisa rusak," kata Takwin, salah seorang warga setempat.

"Kita berharap pemerintah untuk dapat memberikan bantuan bagi sawah yang terendam air," ucapnya lagi.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments