Selasa, 30 November 2021

Guru SMK 4 Kota Jambi Diberi Pendampingan

Revitalisasi Pendidikan Kejuruan dan Keterampilan

Jumat, 15 Desember 2017 | 10:50:07 WIB


Kabid Pembinaan SMK Disdik Provinsi Jambi, Dr Sofyan Mpd sedang memaparkan materi pendampingan.
Kabid Pembinaan SMK Disdik Provinsi Jambi, Dr Sofyan Mpd sedang memaparkan materi pendampingan. / Jainal Abidin

JAMBI - Guna meningkatkan kompetensi dalam mengajar, terutama dalam pemahaman dan pengetahuan pembelajaran, guru harus menguasai mata pelajaran yang diembannya. Terlebih guru SMK harus memiliki skill dan keterampilan mengajar.

Untuk itu, guru SMK Negeri 4 Kota Jambi diberi pendampingan revitalisasi pendidikan kejuruan dan keterampilan yang merupakan program pemerintah pusat bagi 125 SMK. Pendampingan ini dilaksanakan pada 11 - 14 Desember.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Provinsi Jambi, Dr Sofyan Mpd menilai, keberadaan SMK Negeri 4 Kota Jambi luar biasa, dengan prestasi sekolah yang unggul, masing - masing jurusan, sehingga di intervensi pusat dan Provinsi Jambi.

"Makanya SMKN 4 diberi bantuan peningkatan pendidikan sekolah," ujar Sofyan dalam pemaparan di hadapan peserta pendampingan dihari terakhir, Kamis (14/12) kemarin.

Menurut Sofyan, tenaga guru kejuruan harus dilakukan revitalisasi dalam pembelajarannya, karena selama ini kinerjanya sudah baik namun perlu ditingkatkan lagi agar lebih baik menuju perubahan. “Sesuai kemajuan dan perkembangan edukasi pendidikan saat ini," sebutnya.

Selain itu, pendidikan di Jambi cukup jauh ketinggalan dari perkembangan pendidikan baik dalam negeri maupun luar negeri atau negara tetangga.

"Sehingga kita harus organizem, sesuatu harus belajar dan terus dipelajari," ungkapnya. "Makanya kita datangkan pendamping dari luar Jambi, UNJ. Yang memiliki keahlian dan pengalaman, dan ini pendampingan kali kedua di SMK Negeri 4," katanya.

Dikatakannya, guru  SMK harus mempersiapkan siswa, baik dalam bidang industri, kecantikan, perhotelan, dan lain sebagainya sesuai jurusan masing- masing. Sehingga siswa SMK benar- benar disiapkan dengan skill dan keahlian yang dimiliki.

“Sebagai bukti pendukung, siswa juga diberikan sertifikat keahlian yang digunakan di dunia kerja. Pendidikan karakter juga harus diutamakan," paparnya.

Selain itu, menurut Sofyan yang pernah menyabet guru teladan ini, sekolah harus menjalin kerjasama dengan pihak luar yang terkait, terutama pihak swasta yang ada kaitannya dengan jurusan di sekolah."Menggali informasi di dunia kerja, untuk mengetahui perkembangan yang dibutuhkan apa," pungkasnya.

Terpisah, Dr Daryanto MT selaku pendamping revitalisasi SMK Negeri 4, menyebutkan, mengubah budaya kerja tenaga guru yang ada di sekolah, supaya dalam proses pembelajaran budayanya berubah lebih baik. “Untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di luar," sebutnya.

Selanjutnya, siswa yang nantinya bekerja bukan sebagai robot, hanya fokus menyelesaikan pekerjaan yang sedang dilakukan. “Harus menyelesaikan masalah yang dihadapi," pungkasnya.

Daryanto mengaku, selain pendampingan guru SMK Negeri 4 Kota Jambi ini, pihaknya juga mendampingi SMK Negeri 3 Banda Aceh dan SMK Negeri 7 Padang.

Ia menilai yang menjadi kendala yakni, mengubah maindset guru yang sebelumnya dalam tanggung jawabnya kurang, sehingga pembelajaran yang diberikan tidak maksimal. “Selama ini, mengajar hanya sebatas kewajiban, bukan dari hati. Makanya hal ini kita ubah," katanya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 4, Sujono. MPd mengatakan, pendampingan ini kali kedua dilaksanakan untuk melihat perkembangan pendampingan yang sebelumnya telah dilakukan.

"Kali ini dievaluasi apakah implementasi pendampingan pertama, apakah ada kekurangan dan menjadi kendalanya, itu yang akan diperbaiki," sebutnya.

Selain itu, sekolah juga telah meningkatkan kerjasama dengan pihak luar, baik perusahaan yang ada di Jambi maupun luar Provinsi Jambi, sesuai jurusan dan kebutuhan jurusan yang ada.

Ke depan dirinya mengharap, SMK Negeri 4 semakin lebih bagus lagi menciptakan lulusan dan bisa bersaing di dunia kerja, karena sebelumnya telah dibekali pengetahuan dan kemampuan. “Dengan dibuktikan ijazah dan sertifikat keahlian," katanya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments