Senin, 24 Januari 2022

Tanamkan Kedisiplinan Siswa, Pocil SD 35 Akan Dibentuk

Selasa, 06 Februari 2018 | 11:38:03 WIB


Anggota Brimob Polda Jambi saat mengajak bermain siswa SD Negeri 35 Kota Jambi
Anggota Brimob Polda Jambi saat mengajak bermain siswa SD Negeri 35 Kota Jambi / Jainal Abidin

JAMBI- Program Polisi Cilik atau lebih akrab dengan sebutan Pocil semakin diminati dikalangan pelajar. Salah satunya SD Negeri 35 Kebun Handil Kota Jambi, yang akan membentuk Pocil di sekolah u tuk menanamkan kedisiplinan dan karakter siswa.

Hal ini setelah kedatangan dari Komandan Kompi IV Batalyon A Kota Jambi, Senin Pagi (5/2) kemarin, dan langsung menjadi inspektur upacara.

Dalam arahan Irup, MR Siahaan, bagian dari keanggotaan Komandan kompi IV Batalyon A Kota Jambi menyampaikan, kegiatan ini rutin dilaksanakan kepolisian di lingkungan Provinsi jambi, terutama Brimob Kota Jambi mendatangi sekolah- sekolah, dari SD, SMP, hingga SMA sederajat.

" Yang bertemakan Brimob Goes To School," paparnya.

Dia menyebutkan, sebagai penanaman karakter, siswa harus diberikan arahan dan bimbingan yang baik, agar tidak terjerat ke dalam pergaulan bebas yang berdampak negatif dan membahayakan diri sendiri dan orang lain, serta lingkungan.

"Narkoba, pergaulan bebas, tawuran dan kenakalan lainnya," ucapnya.

Pembentukan karakter anak menjadi poin penting pihaknya saat menyambangi sekolah- sekolah, bukan hanya disampaikan melalui pengarahan, mengajak siswa langsung terlibat dalam sebuah kegiatan akan menjadikan siswa mudah diajak.

"Seperti sekarang ini, anggota kita mengajak bermain langsung siswa SD 35 bermain langsung," jelasnya.

Selain itu, untuk memperkenalkan kesatuan kepolisian di sekolah, pihaknya akan membentuk wadah Pocil di SD Negeri 35, tentunya sudah banyak Pocil di sekolah- sekolah lain.

"Bahkan telah mengikuti kompetisi atau kegiatan dengan kepolisian di wilayah Jambi," paparnya.

Secara terpisah Kepala SD Negeri 35, Trisnayeti, menyambut antusias dengan kedatangan kepolisian dari Brimob Kota Jambi, dan sekaligus memberikan arahan saat pelaksanaan upacara bendera.

" Biasanya kepala sekolah atau guru, saat ini dari bapak- bapak polisi, tentu memberikan warna dan semangat yang berbeda," katanya.
Dikatakan Trisnayeti lagi, selama ini polisi itu ditakuti siswa, bisa jadi karena dengan parasnya yang agak seram atau budaya orangtuanya saat kecil menakut- nakuti anaknya dengan sebutan polisi, sehingga terbawa.

" Kalau sudah ketemu langsung, apalagi anak sudah diajak bermain seperti saat upacara tadi, mereka tidak takut lagi," imbuhnya.

Bahkan dirinya sangat senang upaya kepolisian memperknalkan dirinya akan membentuk Pocil di SD Negeri 35, karena dirinya menilai selama ini kegiatan ini belum ada di sekolahnya dan menambah semangat siswa mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.
" Tentunya mendapat dukungan dari orangtua, untuk mendukung anaknya menjadi Pocil," tandasnya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments