Rabu, 27 Oktober 2021

80 Hektare Perkebunan Kelapa di Tanjabtim Diserang Kumbang

Rabu, 07 Februari 2018 | 09:51:42 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARASABAK–Ribuan hama kumbang menyerang perkebunan kelapa dalam, milik warga Desa Lambur, Kecamatan Sabak Timur. Setidaknya ada 80 hektare kebun yang diserang hingga saat ini. Akibatnya, kelapa dalam warga mati secara perlahan.

Anwar Sadat Kabid Perlindungan Dinas Pertanian dan Perkebunan Tanjab Timur, mengatakan, pihaknya telah turun ke lapangan bersama Dinas Perkebunan Provinsi Jambi untuk mengecek luasan dan jenis hama yang menyerang perkebuanan warga. Hasilnya, ada seluas 80 hektare perkebunan yang terindikasi diserang hama kumbang jenis kumbang tanduk dan kumbang sagu.

"Tadi kita sudah turun dengan Dinas Provinsi, memang kita sudah koordinasikan hal ini sebelumnya setelah ada laporan dari Kepala Desa Lambur," ungkapnya.

Memang, kata dia, jika tidak diambil tindakan kelapa warga akan mati secara perlahan. Makanya, pihaknya akan memasang perangkap di areal yang menjadi spot-spot kumbang itu menyerang. Karena dari 80 hektar itu ada spot-spot kumbang itu menyerang, artinya tidak secara keseluruhan. Namun, jika dibiarkan 80 hektare itu akan diserang secara bertahap.

"Selain memasang perangkap, dinas juga akan menyuntik pohon kelapa yang ada di Desa Lambur menggunakan insektisida," ucapnya.

Sementara itu, Zainudin, Kepala Desa Lambur mengatakan, serangan kumbang terhadap perkebunan warga sudah terjadi sejak sebulan terakhir. hama kumbang berwarna hitam ini memakan bagian pucuk kelapa hingga ke bagian dalamnya. Makanya, kelapa yang dimakan kumbang ini akan mati secara perlahan.

Penyerangan hama, kata dia, sampai saat ini belum ada solusi. Malahan, luas perkebunan yang dimakan hama itu semakin luas. Makanya, dia berharap agar Dinas Perkebunan segera mengambil tindakan.

"Tadi orang dinas sudah turun, bersama kelompok tani kita," katanya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments