Kamis, 11 Agustus 2022

Gula Diduga Ilegal Beredar di Tanjabbar

Senin, 02 Maret 2020 | 21:15:28 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KUALATUNGKAL – Gula yang diduga illegal ditenggarai masih beredar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Salah satu ruko yang berada di salah satu ruas jalan utama di wilayah Tungkal Ilir diduga menjadi lokasi tempat penyimpanannya.

Penelusuran metrojambi.com, Feburari 2020 lalu gula yang diduga ilegal tersebut diketahui beredar di wilayah Kuala Tungkal. Harga gula tersebut juga lebih murah jika dibandingkan dengan gula resmi dengan kemasan karung.

Jika gula resmi dijual dengan harga di atas Rp 600 ribu per karung kemasan 50 kg, gula yang diduga ilegal tersebut hanya dijual seharga Rp 560 ribu.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjabbar Syafriwan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan jika memang ada gula ilegal yang beredar di pasaran.

“Kalau ada bukti autentik, akan kita tindaklanjuti. Nanti (informasi, red) ini juga akan kita teruskan ke provinsi,” ujar Syafriwan.

Pada 4 Feburari 2020 lalu, Syafriwan mengaku pihaknya juga ada menindak gula ilegal yang beredar di pasaran. Ia menegaskan gula yang beredar saat itu sudah dikembalikan ke distributor.

“Gula yang kita temukan saat ini sudah kita kembalikan ke distributor, dan kita larang beredar,” bebernya.

Terkait masalah gula ilegal ini, Syafriwan mengatakan pihaknya tidak memiliki wewenang untuk melakukan upaya hukum. "Kita kan ada tahapannya. “Kemarin itu kita anggap teguran satu. Jadi ada tahapannya, terguran satu, dua, dan seterusnya," ujarnya.

Syafriwan juga meminta agar segera dilaporkan jika menemukan ada barang-barang ilegal yang beredar di pasaran. “Coba di cek ke Bulog, mereka juga pengawasan satgas," tandasnya.


Penulis: cr4
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments