Jumat, 27 Mei 2022

Tiga Terminal di Jambi akan Kembali Dioperasikan

Senin, 02 Maret 2020 | 14:50:52 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi pada tahun 2020 ini berencana mengaktifkan tiga terminal milik Pemerintah Provinsi (Pemprov). Ketiga terminal tersebut yaitu Terminal Sijenjang dan Terminal Paal 10 di Kota Jambi, serta Terminal Pembengis di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub Provinsi Jambi Wing Gunariyadi mengatakan, untuk mengaktifkan tiga terminal baru ini pihaknya telah menganggarkan dana pemeliharaan untuk Terminal Sijenjang sebesar Rp 170 juta, serta anggaran rehab Terminal Pembengis sebesar Rp 650 Juta.

"Kalau yang terminal Pembengis ini melalui lelang karena dananya besar. Rencananya kita akan survei bersama pihak konsultan untuk mendesain. Kalau Terminal Sijenjang prioritas untuk pemeliharaannya," ujar Wing.

Nantinya untuk dapat beroperasi, harus dilakukan pekerjaan rehab dan perawatan. Sehingga tak perlu lagi uji coba, karena uji coba pengoperasian telah dilakukan sebanyak dua kali pada bulan Desember 2019 lalu.

"Kita sudah melibatkan stakeholder terkait untuk menggiring kendaraan, masuk ke terminal. Karena kalau kita operasionalkan dengan kondisi seperti ini, seperti di Sinjenjang WC nya tak ada, kita yang salah. Makanya kita rawat dan rehab dulu," bebernya.

Sembari persiapan pengaktifan itu, Dishub juga telah mengajukan SK pengoperasian ketiga terminal tersebut kepada Gubernur Jambi. "Pengajuan SK nya sudah naik ke Pak Gubernur. Karena kita mengoperasikan terminal ini harus ada regulasinya. Sebab nanti akan dipungut retribusi," kata Wing.

Sedangkan untuk besaran retribusi sendiri diungkapkan Wing gambarannya nanti diperkirakan sebesar Rp 2000 per mobil untuk antarkota dalam Provinsi (AKDP) sekali masuk terminal.

Dijelaskannya juga skema angkutan ketika Terminal Sijenjang ini beroperasi, maka mobil AKDP dari Tanjung Jabung Timur yang mengarah ke Kota Jambi maupun sebaliknya akan masuk dalam terminal. Tidak boleh lagi mengantar dan jemput penumpang di dalam kota.

Dikatakannya lagi, untuk Terminal Pembengis mereka tidak boleh masuk ke dalam kota lagi. "Jadi terminal-terminal yang ada di kota Kuala Tungkal itu, akan digiring ke semuanya masuk dalam terminal," sambungnya.

Guna mempermudah para penumpang sendiri, Wing mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dishub Kota Jambi dan Tanjabbar untuk menambah rute angkutan Kota hingga ke terminal.

"Misalnya ni di Kota Jambi, kita akan kerjasama dengan Dishub Kota untuk melayani angkutan kota sampai ke Terminal Sijenjang. Kalau tidak begitu, maka mobil AKDP ini akan tetap liar parkir di depan WTC. Begitupun di Tanjung Jabung Barat," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments