Kamis, 4 Juni 2020

Dampak Covid-19 Bagi Kemerosotan Ekonomi Indonesia


Selasa, 07 April 2020 | 16:40:44 WIB


Hafiz Al-Maarij
Hafiz Al-Maarij / istimewa

PADA tahun 2019 lalu pihak pemerintah china mengidentifikasikan virus yang dinamakan Covid-19 (Corona Virus Disease), negara yang ada di belahan dunia mulai mempersiapkan antisipasi virus corona tersebut. Hal yang serupa dilakukan oleh pihak pemerintah Indonesia memikirkan bagaimana cara mengantisipasi virus corona masuk kedalam negara negara Indonesia.

Tidak lama kemudian kasus corona bermunculan di negara Indonesia yang tanpa sadar negara mulai kebingungan menghadapi kasus corona. Setelah beredar nya kasus corona yang menimpa negara Indonesia, pemerintah mulai membuat sebuah kebijakan terkait pengendalian virus corona, seperti kebijakan terkait adanya lockdown (isolasi diri), meliburkan seluruh kegiatan dan sebagainya.

Upaya penanganan visus Corona di Indonesia saat ini tidak terstruktur dan terlihat panik. Kondisi ini bisa kita lihat dari simpang siurnya informasi, penanganan pasien dan suspect yang tidak terukur dan terarah samapi pengkondisian masyarakat yang tidak teratasi.

Pemerintah saat ini menerapkan sistem "work from home" atau sistem dimana bagi seluruh siswa untuk belajar dirumah, sistem kuliah Online bagi para mahasiswa dan sistem bekerja dirumah bagi pekerja selam 14 hari.

Penerapan kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona dengan membatasi aktivitas banyak orang di publik. Namun kenyataan yang dialami sekarang kebijakan yang dibuat tidak sesuai yang diharapkan bagi sebagian banyak orang memanfaatkan kondisi tersebut untuk pergi liburan dan juga dari sudut pandang politik menjadikan peristiwa ini sebagai panggung politik.

Tanpa kita sadari dengan kasus virus corona yang menyebar luas, berdampak pada sistem ekonomi dan pasar di negara yang ada didunia. Tidak terkecuali dengan negara Indonesia yang merasakan dampaknya, sitem ekonomi kian lama kian menurun seperti dengan penurunan yang signifikan kurs mata uang Rupiah (IDR) terhadap nilai Dollar AS (USD), Menurut data yang dihimpun pertanggal 23 Maret 2020, nilai tukar mata uang USD ke IDR sebesar 16.393.4426, nilai tukar rupiah tersebut merupakan sebuah nilai yang terbesar dalam dua tahun terakhir ini.

Kita juga tidak perlu memungkiri bahwa pihak pemerintah negara Indonesia sudah merancangkan bagaimana pengendalian terhadap virus corona, tetapi dalam pengendalian nya negara Indonesia masih banyak kekurangan seperti dengan kurangnya penanganan cepat dan kebijakan yang cenderung lambat dibuat oleh pihak pemerintah sehingga sudah tersebar nya virus corona baru pemerintah mempersiapkan segala hal untuk memperbaikinya.

Dalam laporan negara Indonesia sudah mewanti-wanti dengan memberi anggaran 72 Miliar terhadap influencer agar pariwisata di negara Indonesia agar tidak merosot tajam. Peristiwa tersebut memberikan banyak hal negatif yang perlu dicatat pemerintah karena, tidak selalu kebijakan yang dibuat sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat. Indonesia bisa dikatakan memberi kelonggaran terhadap sistem keamanan dengan memberikan sebuah keterbukaan terhadap sebuah pariwisata. Negara Indonesia belum memikirkan hal buruk untuk kedepannya, seperti jatuhnya nilai mata uang Indonesia dikarenakan banyak penekanan anggaran biaya.

Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam, mineral baik darat maupun laut yang melimpah tentu memiliki senteran berbeda dari setiap negara-negara sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan ekonomi. Sebagai negara yang diprediksi akan mendapat bonus demografi mesti mengambil langkah srategis agar tidak terjadinya kemerosotan ekonomi yang terus menerus.

Negara Indonesia cenderung lamban terhadap pengeluaran kebijakan, seperti sebelumnya terjadi penjelasan oleh Presiden Joko Widodo terkait pengurangan ekspor Masker dan Hand Sanitizer, seharusnya pemerintah memberikan kebijakan tersebut sebelum virus corona bermunculan di negara Indonesia dan mengantisipasi kasus tersebut. Pembuatan kebijakan secara sekaligus membuat suatu sistem menjadi terganggu dikarenakan tidak terjalannya dengan rapi suatu struktur pemerintahan.

Pemerintah tidak sepenuhnya kita salahkan dalam hal ini, karena setiap seluruh negara merasakan penurunan terhadap sistem ekonomi. Negara yang ada didunia mulai memikirkan bagaimana penanganan terhadap virus corona dan kestabilan ekonomi. Kita mengharapkan negara Indonesia dapat menyelesaikan segala permasalahan yang ada.

Saat ini kita sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, kita sedang melawan virus corona dan juga mencegah kemerosotan sistem ekonomi, ekonomi merupakan sebuah tiang dalam negara jikalau ekonomi runtuh maka rakyat akan melarat. Langkah yang harus diambil oleh pemerintah adalah kecepatan dan ketepatan dalam mengambil sebuah keputusan sehingga masyarakat dan nyawa rakyat Indonesia tidak melayang banyak, serta menjaga stabilitas harga dan kebutuhan masyarakat.


Kita sama-sama harus juga mematuhi segala keputusan yang dibuat oleh pemerintah, karena jika kita ingin menang dalam melawan virus corona, kita harus mendukung satu sama lain. Masyarakat dan negara harus ada saling kerjasama secara baik, rakyat yang merupakan ujung tombak dari sebuah negara harus mengerti bagaimana keadaan ekonomi sekarang, dan tetap harus berpikir positif dan optimis bahwa wabah penyakit ini akan hilang.

*) Penulis adalah mahasiswa ilmu politik Universitas Andalas


Penulis: Hafiz Al-Maarij
Editor: Herri Novealdi



comments