Sabtu, 4 Juli 2020

Gagalkan Aksi Penyelundupan, Polres Tanjabbar Amankan Benih Lobster Senilai Rp 14,3 Miliar


Selasa, 02 Juni 2020 | 09:35:12 WIB


Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi bersama Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan pelaku penyelundupan benih lobster senilai Rp 14,3 miliar
Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi bersama Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro saat menggelar jumpa pers terkait penangkapan pelaku penyelundupan benih lobster senilai Rp 14,3 miliar / metrojambi.com

 KUALATUNGKAL - Tim Petir Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster senilai lebih kurang Rp 14,3 miliar.

Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi saat menggelar jumpa pers di Mapolres Tanjabbar, Selasa (2/6/2020), mengatakan benih lobster tersebut sebelumnya dibawa dari Pulau Jawa.

"Mereka bawa dari Jawa, tapi Jawa mananya kita masih dalami. Kemudian dibawa lewat Lampung, Palembang, dan ganti air di Kota Jambi. Kemudian, dibawa ke Tanjabbar untuk dibawa ke luar negeri melalui jalur tidak resmi," terang Firman yang didampingi Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro.

Firman menambahkan, benih lobster yang gagal diselundupkan itu nilainya mencapai lebih kurang Rp 14,3 miliar.

"14 box benih lobster jenis pasir berisi 33 bungkus. Per bungkus 200 ekor dengan jumlah 95.350 ekor. Kemudian ada 4 kantong benih lobster jenis mutiara, isi 100 ekor setiap kantong. Total keseluruhan 95.750 ekor," beber Firman.

Dikatakannya lagi, dua orang pelaku yang diamankan yakni, Tedi Kurniawan (38) warga Karya Maju, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, dan Maulana Saleh (30) warga Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Dari hasil pemeriksaan, Firman mengatakan jika kedua pelaku mengaku sudah dua kali menyelundupkan benih lobster lewat wilayah Tanjabbar.

"Pengakuannya sudah dua kali, dimana yang pertama berhasil," pungkas Firman.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan atau pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.


Penulis: Eko
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments