Sabtu, 4 Juli 2020

Kisah Dua Warga Kerinci Jalani Karantina di Pondok Ladang Jauh Dari Desa Sepulang Dari Malaysia


Kamis, 04 Juni 2020 | 19:54:02 WIB


Dua warga yang menjalani isolasi di pondok
Dua warga yang menjalani isolasi di pondok / facebook

KERINCI - Dua orang warga Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, melakukan karantina mandiri di dalam ladang setelah orang empat jenis atau perangkat desa meminta mereka isolasi  sepulang dari Malaysia, sejak 31 Mei 2020.

Akhirnya, kedua warga Muak tersebut mengisolasi diri di ladang yakni di kebun miliknya, yang jauh dari pemukiman warga di Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci. Lokasi karantina dua warga ini kurang lebih sekitar 1 KM dari desa mereka.

Adapun dua warga Muak yang mengisolasi diri di kebun adalah Idlan dan Indri. Mereka merupakan eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang baru pulang.

Kasus yang dialami ini menjadi viral di media sosial seperti di Facebook, karena lokasi isolasi yang jauh di dalam ladang dengan sarana yang terbatas yakni tinggal di sebuah gubuk kecil yang berdinding dan beratapkan plastik.

Idlan dikonfirmasi metrojambi.com membenarkan bahwa dia bersama suami sepupunya melakukan isolasi di kebun atau hutan setelah diminta oleh perangkat desa Muak sepulang dari Malaysia pada 31 Mei 2020 lalu.

"Sepulang dari Malaysia saya dan suami sepupu, langsung duduk di sebuah rumah kosong, tidak berapa lama disana, di masjid sudah diumumkan meminta kami untuk karantina di luar desa dan terpaksa kami mengisolasi diri di kebun," katanya.

Idlan menyebutkan bahwa sebelum sampai di kampung halamannya di Desa Muak, dirinya dan beberapa temannya sudah menjalani pemeriksaan seperti di Dumai dan pintu masuk ke Kerinci.

"Kita sudah jelaskan tapi mereka tidak percaya. Yang kami heran orang yang baru pulang dari Simpang Parit tidak dikarantina seperti kami," sebutnya.

Ditanya sudah berapa lama mereka mengisolasi diri di hutan dan siapa yang mengantarkan makanan, Idlan mengatakan bahwa mereka sudah lima hari disana dan yang mengantarkan nasi untuk dirinya dan suami sepupunya itu adalah ayahnya.

"Dari tanggal 31 Mei 2020 dan sampai hari ini Kamis (04/06/2020) kami masih disini, jika orang lain yang mengantar nasi kesini akan didenda," ungkapnya.

Idlan berharap tidak ada desa-desa lain di Kerinci yang membuat peraturan seperti itu, cukup kami saja yang seperti ini.

"Kita minta ada perhatian dari pemerintah desa untuk memberikan kami sembako atau bantuan lain selama kami mengisolasi diri di hutan ini," pungkasnya.

Sementara itu hingga berita ini dipublish Kepala Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman belum bisa dikonfirmasi terkait adanya dua orang warganya yang mengisolasi diri di kebun atau hutan.


Penulis: dedi
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments