Sabtu, 15 Agustus 2020

Ombudsman Jambi Terima 31 Aduan, Didominasi Bansos Covid-19


Rabu, 10 Juni 2020 | 10:56:35 WIB


Jafar Ahmad, Kepala Ombudsman RI perwakilan Provinsi Jambi
Jafar Ahmad, Kepala Ombudsman RI perwakilan Provinsi Jambi / istimewa

JAMBI - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jambi menerima sebanyak 31 aduan yang didominasi oleh Bantuan Sosial (Bansos) penanganan Covid-19 di Jambi. Jumlah ini terhitung selama dibukanya posko aduan daring Ombudsman sejak tanggal 29 April hingga 9 Juni 2020.

Kepala Ombudsman RI perwakilan Provinsi Jambi Jafar Ahmad mengatakan, dari 31 aduan itu paling banyak adalah Bansos bermasalah yang tak tepat sasaran. Bahkan, ada aduan masyarakat yang menerima double Bansos.

"Terdiri dari 28 aduan terkait Bansos, 2 aduan tentang program prakerja dan 1 soal relaksasi pinjaman diperbank kan," ujarnya kepada Metro Jambi, Rabu (10/6/2020).

Untuk daerah di Provinsi Jambi sendiri, Jafar menyebut yang paling banyak melaporkan yakni dari Kota Jambi, Muaro Jambi, dan Tebo.

"Rata-rata aduan yang masuk ini sudah ditindaklanjuti oleh Pemprov, dan masing-masing pemkab/pemkot yang mengadu itu. Saya berharap ini segera dikoordinasikan agar tidak simpang siur," katanya.

Namun, lanjut Jafar, ada beberapa aduan yang juga sudah pihaknya teruskan ke pusat. Seperti aduan tentang Prakerja dan diteruskan langsung ke Kemenakertrans oleh Ombudsman pusat.

Sedangkan untuk aduan soal relaksasi pinjaman, menurutnya, rata-rata masyarakat salah kaprah dengan relaksasi ini. Harusnya masyarakat yang mau relaksasi, mengajukan terlebih dahulu ke bank/leasing baru bisa dinilai akan diberikan relaksasi berbentuk apa.

"Tetapi rata-rata masyarakat yang lapor atau pun sekedar konsultasi ke Ombudsman tidak mengetahui prosedurnya. Mereka berpikir bahwa relaksasi itu tidak membayar sama sekali selama masa pandemi ini," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments