Sabtu, 15 Agustus 2020

Jadi Pendamping Fachrori Umar di Pilgub Jambi, Ini Syarat yang Diajukan Safrial


Minggu, 05 Juli 2020 | 16:03:07 WIB


Fachrori Umar salam komando bersama Safrial
Fachrori Umar salam komando bersama Safrial / dok.metrojambi.com

KUALATUNGKAL - Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Safrial belum lama ini telah meneken surat pernyataan kesediaan menjadi pendamping Fachrori Umar untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020.

Namun ternyata, ada syarat yang diajukan oleh politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, yakni proyek jalan nasional dan provinsi, khususnya di wilayah Tanjabbarat, harus kelar alias rampung.

Safrial mengatakan, dirinya hanya mau menjadi calon wakil gubernur hanya untuk mendapingi dua orang saja, yakni Hasan Basri Agus (HBA) dan Fachrori Umar. Namun, untuk menjadi wakil ada persyaratan yang harus dipenuhi.

"Bagi saya, jabatan ini bukan segala-galanya. Yang paling penting bagi saya, ada lima proyek besar yang harus diselesaikan, yakni percepatan pelebaran proyek jalan nasional di Tungkal, rigid beton di depan rumah dinas bupati. Kemudian Parit Empat Semau menuju Roro itu harus dibeton karena itu pintu gerbang Jambi, apalagi sekarang sudah mendorong pertumbuhan ekonomi Jambi," beber Safrial, Minggu (5/7/2020).

Sedangkan untuk jalan provinsi yang harus diselesaikan jika dirinya menjadi wakil nanti, yakni jalan Teluk Nilau yang sempat dijanjikan rampung oleh Zumi Zola Zulkifli saat menjadi Gubernur Jambi berpasangan dengan Fachrori Umar.

Tahun ini, kata Safrial, sudah ditargetkan pembangunan jalan Teluk Nilai yang seharusnya dibangun sepanjang 8 km, hanya bisa terlaksana sekitar 2 Km. Hal ini disebabkan adanya pemangkasan anggaran untuk penanggulangan Covid-19.

"Jalan Teluk Nilau ini merupakan janji kami dengan Pak Gubernur yang terdahulu, Zumi Zola. Itu dari Simpang Teluk Nilau sampai ke km 91. Tapi karena sesuatu dan lain hal, ternyata delapan kilometer yang kita ajukan, karena Covid ini di potong enam kilometer. Artinya ke Senyerang tidak sampai itu," ungkap Safrial.

Bupati Tanjabar dua periode ini meminta agar pengerjaan jalan Teluk Nilau kembali dianggarkan. "Maka kemarin kita undang Pak Gubernur (Fachrori Umar, red), tolong lah di APBD-P ini yang enam kilometer tadi dikembalikan supaya nanti (angkutan, red) Damri kan lancar dari Teluk Nilau ke Tungkal. Itu yang saya Inginkan," sebut Safrial.

Lebih lanjut Safrial mengatakan, jalan lainnya yang harus dibangun yakni jalan di Km 101 Bukit Paku-Mersam, Kabupaten Batanghari. Dikatakan Safrial, selama ini pembangunan jalan tersebut terbengkalai.

Jika jalan ini bisa dibangun, Safrial mengatakan akses perekonomian masyarakat dari wilayah Bungo dan Tebo akan semakin lantar. Hasil pertanian maupun perkebunan akan dapat langsung dibawa dengan menggunakan kapal Roro dari Kualatungkal menuju luar negri. Selain itu, secara cost akan jauh lebih murah.

"Termasuk 101 sampai ke Bukit Paku-Mersam yang dulu dibuka Lak Abdurrahman Sayuti dirawat idak. Semuanya sudah hancur. Tapi kalau ditambah enam kilo lagi, Mersam ke Tungkal lebih dekat. Bawa sawit atau apa lebih dekat ke kita," beber Safrial.

Dikatakannya lagi, jabatan yang nantinya akan diemban jika dirinya terpilih menjadi wakil gubernur, semata-mata untuk kepentingan masyarakat. "Termasuk bagaimana mendorong perekonomian berjalan dengan baik," pungkasnya.


Penulis: Eko
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments