Minggu, 29 November 2020

Bukannya Ditolong, Sejumlah Pompong Jaring Malah Ambil Barang Bawaan KM Hikmah Jaya 34


Sabtu, 22 Agustus 2020 | 19:38:20 WIB


/ metrojambi.com

 KUALATUNGKAL - Kapal Motor (KM) Hikmah Jaya 34 yang bermuatan lebih kurang 20 ton kelapa, Sabtu (22/8/2020) sore, karam di Perairan Kuala Kerang, Perbatasan Jambi-Riau.

Ironisnya, sejumlah pompong jaring yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian bukannya menolong, malah mengambil sejumlah barang bawaan KM Hikmah Jaya 34.

Rahman, nakhoda KM Hikmah Jaya 34 saat dikonfirmasi mengatakan, sebelum karam kapal yang dibawanya menabrak sesuatu. Hanya saja, Rahman tidak bisa memastikan apa yang ditabrak oleh kapal yang dinakhodainya itu.

"Kalau kedalaman lumpur masih sekitar 10 meter. Tapi kita kaya nabarak karang gitu. Tidak sampai tiga menit air sudah naik semua pas sekitar 30 menitan sudah tengelam," ungkap Rahman.

Pada saat kejadian, lanjut Rahaman, sejumlah pompong jaring yang melintas bukannya menolong, melainkan mengambil sejumlah barang seperti kelapa, piring, dan jerigen.

"Kita ke atas tenda dan kapal sudah mulai miring. Waktu itu ada pompong yang datang. Tapi bukannya nolong, malag ambil jerigen kita, piring, dan lainnya," ujar Rahman.

Dikatakannya lagi, saat kondisi semakin kritis satu pompong jaring baru datang memberikan pertolongan. Tidak lama setelah itu, baru datang tim Basarnas bersama Polairud Polres Tanjabbar.

"Sudah pasrah kita. Tapi alhamdulillah, datang lompong yang nolong kita sama Basarnas dan Polisi," kata Rahman.

Tidak hanya itu, dia juga menceritakan jika kapalnya tersebut kapasitas muatannya mencapai 80 ton. Saat itu kapalnya hanya bermuatan 20 ton. "Kalau keberatan muatan sih enggak, masih jauh lah," ucapnya.

Lebih lanjut, Rahman mengatakan ia berangkat dari Mendahara sekira pukul 09.00 WIB. "Saya nakhodanya. ABK bernama Rendi (21), Rusdi (27), dan Acok (20)," sebut Rahman.

Sementara itu,  Asrul Yadi, Komandan Tim Pos SAR Kualatungkal mengatakan, pihaknya melakukan pertolongan saat itu dalam kondisi kapal sudah hampir tengelam. Beruntung saat mereka tiba awak kapal masih bisa dilakukan evaluasi.

"Alhamdulillah, kita bisa lakukan evaluasi bersama tim gabungan," ujarnya.

Dikatakannya lagi, kapal tersebut bermuatan kelapa dan tiga orang ABK dan satu orang nahkoda. Kesemuanya saat ini sudah berhasil di evakuasi. "Alhamdulillah semuanya selamat," tandanya.


Penulis: Eko
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments