Minggu, 29 November 2020

Serap Ribuan Tenaga Kerja, PKT Jurus Jitu Cek Endra Dorong Penguatan Ekonomi di Tengah Pandemi


Senin, 24 Agustus 2020 | 19:26:58 WIB


Bupati Sarolangun, Cek Endra
Bupati Sarolangun, Cek Endra / metrojambi.com

 SAROLANGUN - Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berdampak besar terhadap terganggunya stabilitas ekonomi. Ini turut dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Sarolangun.

Mulai dari kalangan pengusaha, pedagang hingga petani menjadi salah satu diantara banyak kalangan yang mengalami dampak dari penyebaran virus corona. Bahkan tidak sedikit yang kehilangan pekerjaan akibat turunnya pendapatan di tengah pandemi virus asal Wuhan, China ini.

Melihat kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melakukan berbagai upaya untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Diantaranya melalui program Padat Karya Tunai (PKT) hingga Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK).

"Sebanyak 5 miliar kita kucurkan untuk program PKT. Alhamdulillah melalui program ini, sebanyak 5 ribu pekerja berhasil kita serap," kata Cek Endra, Senin (24/8/2020).

Menurut Cek Endra, program PKT merupakan inisiatif Pemkab Sarolangun sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakstabilan kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Program ini merupakan program swadaya masyarakat. Tentunya dikelola langsung oleh masyarakat. Lewat beberapa kegiatan seperti tebas bayang jalan, pembersihan lingkungan desa dan lainnya," terang bupati.

Lanjut Cek Endra, melihat serapan tenaga kerja yang cukup banyak hingga dampak positif terhadap lingkungan desa dan ekonomi masyarakat, program PKT akan kembali dilanjutkan pada realisasi APBD Perubahan Tahun 2020.

"Semoga melalui program ini, tidak hanya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat tapi juga bisa menjaga aset yang telah dibangun pemerintah dengan kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan melalui program ini," harapnya.

Disamping PKT, kata Cek Endra, melalui program P2DK Pemkab Sarolangun juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat lewat tanaman pangan. Dengan kucuran anggaran mencapai Rp 200 juta per desa dan kelurahan, masing-masing desa akan diarahkan untuk mengelola lahan desa seluas 10 hektare.

"Pihak desa dan kelurahan akan mengelola sendiri anggaran tersebut dengan melibatkan masyarakatnya secara langsung. Kita bayangkan saja tahun ini, ratusan hektare lahan kosong akan tergarap nantinya. Tentu ini akan menguatkan sektor pangan kita. Dan dampak lainnya, akan terjadi peningkatan ekonomi secara merata disetiap desa dan kelurahan. Yang paling penting, program ini kita laksanakan setiap tahunnya, jika ini berjalan dengan baik maka setiap desa dan kelurahan akan menjadi desa yang mandiri dan maju ekonominya," tuntas Cek Endra.


Penulis: cr6
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments