Minggu, 29 November 2020

Walikota Sungai Penuh Mengaku Salah, Jaksa Siapkan Tuntutan Hukum


Rabu, 21 Oktober 2020 | 20:56:14 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 JAMBI – Sidang lanjutan kasus tindak pidana pelanggran Pemilu dengan terdakwa Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri (AJB), kembali digelar secara virtual oleh Pengadilan Negeri (PN) Sungai Penuh, Rabu (21/10/2020).

Pada persidangan kedua ini mengagendakan pemeriksaan terhadap terdakwa. Dalam persidangan yang dipimpin oleh Dedi Kuswara, SH, MH itu, AJB menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu salah.

“Ya, pada prinsipnya (AJB) mengaku kesalahannya karena ketidaktahuannya,” ujar Kasi Pidum Kejari Sungai Penuh, Ziko ketika dikonfirmasi Metro Jambi.

Karena ketidaktahuannya itu, kata Ziko, terdakwa juga mengaku telah mengklarifikasinya hal itu kepada Mendagri juga mengirim surat Bawasu. “Itu yang yang disampaikan dalam persidangan,” kata Ziko.

Dikatakannya lagi, semua keterangan dan pengakuan terdakwa dalam persidangan ini tentu akan menjadi pertimbangan jaksa dalam membuat tuntutan hukumnya.

Ziko mengatakan, rencanya tuntutan ini sedang disiapkan dan akan diajukan ke  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi sebelum dibacakan dalam persidangan berikutnya.

“Jadwal sidang tuntutannya hari Jumat. Besok kita akan ajukan tuntutannya ke Kejati Jambi,” tandasnya.

AJB harus berurusan dengan hukum setelah video dirinya mengajak warga memilih pasangan tentu pada Pilgub Jambi 9 Desember 2020 saat membagikan bantuan sosial beredar di media sosial.

Dalam kasus ini, walikota Sungai Penuh dua periode itu dijerat dengan pasal 71 ayat (3) jo pasal 188 ayat (3) UU No 10 tahun 2016 tentang Pemilu.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments