Sabtu, 10 April 2021

Ihsan Yunus Ikut Bagi Bansos di Jambi


Rabu, 20 Januari 2021 | 12:13:25 WIB


Ihsan Yunus
Ihsan Yunus / istimewa

JAMBI - Di tengah santernya nama Ihsan Yunus disebut-sebut dalam pengembangan kasus korupsi bansos oleh mantan Mensos Juliari Peter Batubara, PDIP merombak posisi politisinya di DPR RI. Ihsan dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi VIII.

Pencopotan Ihsan terhitung sejak Senin (18/1/2021), bersamaan dengan rotasi dan mutasi politisi PDIP lainnya. Mutasi Ihsan menjadi mencolok karena politisi asal daerah pemilihan Jambi ini sama sekali tidak diberi jabatan lagi alias menjadi anggota biasa di Komisi II.

Ihsan menjadi sorotan media setelah rumah keluarganya di Jalan Hankam Raya, Cipayung, Jakarta, digeledah Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terkait pengembangan kasus korupsi dana bansos. Dalam kasus ini, mantan Mensos Juliari Peter Batubara yang menjadi tersangka diduga menerima fee sebesar Rp 17 miliar.

Ihsan diduga ikut menjadi penyuplai sembako bansos dengan memakai sejumlah perusahaan milik negara, PT Andalan Pesik Internasional, PT Bumi Pangan Digdaya, PT Mandala Harmoni, dan PT Pertani. Dia diduga menjalankan usaha itu melalui adiknya, Muhammad Rakyan Ikram Yunus, dan koleganya bernama Yogas.

Koran Tempo menyebut Ihsan mendapat proyek untuk pengadaan 4,6 juta paket dengan nilai Rp 1,3 triliun. Mencoba beberapa kali, Metro Jambi tidak berhasil meminta konfirmasi Ihsan Yunus. Namun, kepada Koran Tempo dia menyatakan, “Enggak benar. Itu fitnah”.

Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto menolak mengomentari soal pencopotan dan kasus yang menyeret-nyeret nama Ihsan Yunus.  Karena Ihsan di DPR RI, kata dia, itu kewenangan DPP.

“Itu bukan kewenangan saya untuk komentar. Jadi, sekali lagi saya no comment,” kata Ketua DPRD Provinsi Jambi ini kepada Metro Jambi, Selasa (19/1/2021).

Ikut Salurkan Bansos

Sementara itu, dari penelusuran Metro Jambi, Ihsan Yunus diketahui ikut pembagian paket bansos Covid-19 dari Kemensos di beberapa daerah di Jambi pada 2020 lalu. Kegiatannya itu bisa dilihat di laman facebook-nya.

Pada 9 November 2020, Ihsan mem-posting kegiatan penyerahan bansos di Desa Panerokan, Kabupaten Batanghari bersama Karang Taruna Bakti Luhur. Karena dalam suasana pandemi Covid-19, Ihsan tidak membagikan langsung, tapi menyaksikan secara virtual.

“Ini merupakan program pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat di tengah dampak pandemi Covid-19,” tulis Ihsan dengan hastag #ihsanyunus #dprri #pimpinankomisiviii #pdiperjuangan dan #jambi. Pembagian dilakukan pada 8 November 2020.

Selain di Bajubang, diantara desa yang pernah menerima bansos dari pemerintah pusat di Batanghari adalah Desa Rambutan Masam, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Desa Sungai Puar, Kecamatan Mersam dan Desa Peninjauan di Maro Sebo Ulu.

Sembako-sembako itu disalurkan bekerja sama dengan Karang Taruna desa setempat. Sayangnya, Ketua Karang Taruna Desa Sungai Puar Irfiandi mengaku tidak tahu-menahu soal bansos dari Ihsan Yunus. Sementara Ketua Karang Taruna Karya Muda Desa Rambutan Masam, Hafis, tidak merespons upaya konfirmasi Metro Jambi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Sosdukcapil) Provinsi Jambi Arief Munandar menyebutkan bahwa Kemensos RI tidak memberikan bantuan sosial berupa sembako melalui Pemprov.

“Yang ada berupa bantuan uang. Kalau sembako itu ada tapi dalam bentuk e-warung. Kalau dalam bentuk kiriman barang, sembako, itu tidak ada,” tegas Arif.


Penulis: ria/chy/rna
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments