Selasa, 27 September 2022

Korban Pilkada, Pecah Kongsi Keluarga Bupati Safrial Memantik Gejolak di PDIP

Rabu, 10 Februari 2021 | 11:37:32 WIB


Cici Halimah istri Bupati Safrial MS
Cici Halimah istri Bupati Safrial MS / istimewa

KUALATUNGKAL - Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 Tanjung Jabung Barat, yang dimenangkan oleh pasangan Anwar Sadat-Hairan, keluarga besar Bupati Safrial MS kini dalam perpecahan. Cici Halimah, isteri Safrial, tersandera dalam pusaran konflik tersebut.

Sudah berbulan-bulan surat aspirasi para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP di Tanjab Barat itu tidak berjawab. Mereka meminta DPC PDIP Tanjab Barat mengusulkan nama Cici Halimah sebagai calon ketua DPRD. Surat itu juga dilayangkan ke DPD dan DPP.

Namun, Ketua DPC PDIP Tanjab Barat Mulyani Siregar, yang tidak lain adalah adik kandung Safrial, menolak mengubah usulannya. Dia sudah mengusulkan nama Hamdani dan Abdullah sebagai calon ketua DPRD Tanjab Barat. Hamdani adalah sekretaris DPC, sedangkan Abdullah menjabat bendahara.

Menurut Mulyani, pencalonan ketua DPRD di internal partai ke DPP adalah ranah DPC dan DPD. “Bukan ranah PAC,” ujarnya menjawab Metro Jambi, Senin (8/2/2021). Katanya, dalam pencalonan pimpinan Dewan memang ada prioritas untuk KSB, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara, secara berjenjang

Karena dia sudah mundur, maka yang dicalonkan sekretaris dan bendahara. Dia meminta para kader dan pengurus PAC membuka AD/ART. “Harus paham aturan. Jangan sampai ribut-ribut. Partai kita partai besar, bukan partai yang baru belajar hidup,” tandasnya.

Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto juga membela Mulyani. Katanya, dua nama yang diusulkan DPC sudah diteruskan ke DPP. “Kita menunggu keputusan DPP,” ujarnya, Selasa (9/2/2021).

Ditanya soal desakan para pengurus PAC untuk memasukkan nama Cici Halimah, Edi mengatakan bahwa prosesnya harus sesuai mekanisme partai. “DPP sudah melakukan fit and proper test kepada dua calon. Kalau ada nama baru lagi, itu diskresi DPP partai,” pungkasnya.

Penolakan DPC PDIP mengubah usulan calon ketua DPRD Tanjab Barat disinyalir berkait berkelindan dengan ketegangan politik menjelang dan pasca Pilkada Tanjab Barat yang dihelat pada 9 Desember 2020.

Di masa awal penjajakan calon, Mulyani yang adik bungsu Safrial menyatakan diri untuk maju sebagai calon bupati. Sebagai Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP Tanjab Barat, kans Mulyani tentu sangat diperhitungkan.

Apalagi, bila disokong sang kakak yang dua periode menjadi bupati, langkahnya akan mulus menduduki kursi BH 1 E. Maka, dia pun membulatkan tekat untuk mundur dari lembaga legislatif, melepas jabatan bergengsi ketua DPRD.

Namun, di sisi lain, ternyata Safrial juga mendorong Cici untuk mencalonkan diri. Isterinya memang bukanlah sosok asing bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Sudah tiga periode isteri Bupati Tanjab Barat ini menjadi anggota DPRD dari PDI Perjuangan. Dua periode pula dia mendampingi suaminya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK daerah itu.

Karena itu, memajukan Cici sebagai calon bupati menjadi pilihan yang sulit dihindari. Maka, Safrial mengumpulkan sejumlah pimpinan partai --tidak termasuk PDIP--, partai naungan Safrial dan Cici selama ini. Dia menggalang dukungan untuk mencalonkan isterinya.

“Ini yang memantik ketegangan antara adik dan kakak,” ujar seorang sumber yang mencermati peta perpolitikan di daerah itu. Belakangan, ketegangan antar saudara terasa sangat pribadi.

Ketika pada 23 Agustus 2020 Safrial dan Cici menggelar resepsi pernikahan putra pertama mereka di Balai Adat Tanjab Barat di Kualatungkal, Mulyani tidak hadir. Dia memilih tetap berada di Rumah Dinas Ketua DPRD yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi resepsi.

Dalam suatu kesempatan, Mulyani sempat berdalih bahwa dia saat itu dia sedang mengikuti pembakalan calon bupati yang digelar secara virtual oleh DPP PDIP. Karenanya, dia tidak bisa menghadiri pernikahan keponakannya.

Seorang sumber di PDIP mengisahkan, walau sempat tegang, hubungan keluarga itu kemudian membaik. Cici batal mencalonkan diri dan menyatakan mendukung Mulyani yang berpasangan dengan Amin Abdullah. “Didamaikan oleh kakak tertua mereka,” ujar sumber ini.

Namun, Safrial sendiri tidak pernah menyatakan dukungan terbuka atas pencalonan adiknya. Selaku bupati, Safrial bisa saja mengambil cuti untuk menjadi tim pemenangan sang adik. Namun, dia tidak melakukan itu.

Belakangan, kenyataan pahit harus ditelan Mulyani. Dia dikalahkan oleh Anwar Sadat-Hairan yang diusung PAN, Gerindra dan PKS. Pada 12 Desember 2020, KPU Tanjabbar mengumumkan bahwa Anwar-Hairan memperoleh 67.434 suara, Mulyani-Amin 51.837 suara dan Muklis-Supardi memperoleh 31.501 suara.

“Mungkin saja kekalahan ini membuat Mulyani berkecil hati, seolah-olah sang kakak tidak full membantunya,” ujar sumber Metro Jambi. Itulah sebabnya, saat pengurus PAC beramai-ramai meminta Cici masuk dalam usulan calon ketua DPRD, Mulyani memilih kabur. Selaku Ketua DPC PDIP dia juga tidak merespon surat aspirasi PAC.

Adi Rahadian, orang dekat Safrial dan Cici, menyatakan penolakan DPC mengusulkan nama Cici sebagai calon ketua DPRD bukan rembetan dari kalahnya Mulyani pada Pilkada. Sebab, menurutnya, rembug keluarga saat itu sudah membulatkan suara mendukung Mulyani. Safrial dan Cici juga mendukung.

Mulyani sendiri menolak mengomentari soal konflik keluarga besarnya pasca Pilkada. “Tanya Pak Safrial saja,” katanya. Menurut Mulyani, permintaan DPP agar DPC mengajukan nama calon ketua DPRD penggantinya datang pada bulan November, sebelum Pilkada.

Baginya, gejolak di partai politik itu hal biasa karena lembaga politik syarat dengan kepentingan. “Kita tidak ada ribut-ribut. Lembaga politik biasalah,” ujarnya.
Cici belum menjawab panggilan telepon Metro Jambi. Sedangkan Safrial yang ditanya melalui pesan WhatsApp ke nomor pribadinya pada Selasa (9/2/2021) siang mengaku tidak mempersoalkan DPC tidak mengusulkan istrinya menjadi calon ketua DPRD.

Namun, bila diusulkan maka isterinya akan siap menjalankan mandat partai banteng moncong putih itu. “Kami tidak meminta. Kalau partai menugaskan, kami siap," katanya. Dia menyatakan tidak “menggerakkan” PAC untuk mendukung isterinya. “Itu kemauan PAC”.

Menurut Adi Rahadian, Cici tidak berambisi menjadi Ketua DPRD Tanjabbar. Sampai saat ini, tegasnya, belum ada pernyataan resmi dari Cici untuk ikut merebut kursi ketua DPRD. “Belum ada sikap resmi," ungkapnya. 


Penulis: eko/ria/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments